<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Obat@jaib&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://obatajaib.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://obatajaib.wordpress.com</link>
	<description>perpustakaanku</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 22:34:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='obatajaib.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/69f4534f09d7b7d649b1960ce8854d6c?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Obat@jaib&#039;s Blog</title>
		<link>http://obatajaib.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://obatajaib.wordpress.com/osd.xml" title="Obat@jaib&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://obatajaib.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pro Kontra Hukum Imunisasi dan Vaksinasi</title>
		<link>http://obatajaib.wordpress.com/2012/01/26/pro-kontra-hukum-imunisasi-dan-vaksinasi/</link>
		<comments>http://obatajaib.wordpress.com/2012/01/26/pro-kontra-hukum-imunisasi-dan-vaksinasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 22:23:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>obatajaib</dc:creator>
				<category><![CDATA[wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://obatajaib.wordpress.com/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[sumber:http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/pro-kontra-hukum-imunisasi-dan-vaksinasi.html/comment-page-2#comments ========================================================================================================= Pro Kontra Hukum Imunisasi dan Vaksinasi Tuntas bagi kami pribadi, saat ini dan “mungkin” sementara karena bisa jadi suatu saat kami mendapat tambahan informasi baru. Kami hanya ingin membagi kelegaan ini setalah berlama-lama berada dalam kebingungan pro-kontra imunisasi. Pro-kontra yang membawa-bawa nama syari’at. Apalagi kami sering mendapat pertanyaan karena kami pribadi berlatar belakang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=obatajaib.wordpress.com&amp;blog=6286127&amp;post=373&amp;subd=obatajaib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sumber:http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/pro-kontra-hukum-imunisasi-dan-vaksinasi.html/comment-page-2#comments</p>
<p>=========================================================================================================<br />
Pro Kontra Hukum Imunisasi dan Vaksinasi</p>
<p>Tuntas bagi kami pribadi, saat ini dan “mungkin” sementara karena bisa jadi suatu saat kami mendapat tambahan informasi baru. Kami hanya ingin membagi kelegaan ini setalah berlama-lama berada dalam kebingungan pro-kontra imunisasi. Pro-kontra yang membawa-bawa nama syari’at. Apalagi kami sering mendapat pertanyaan karena kami pribadi berlatar belakang pendidikan kedokteran. Pro-kontra yang membawa-bawa nama syari’at inilah yang mengetuk hati kami untuk menelitinya lebih dalam. Karena prinsip seorang muslim adalah apa yang agama syari’atkan mengenai hal ini dan hal itu.</p>
<p>Sebagai seorang muslim, semua jalan keluar telah diberikan oleh agama islam. Oleh karena itu kami berupaya kembali kepada Allah dan rasul-Nya.</p>
<p> فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ<span id="more-373"></span></p>
<p> “Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya),” [An-Nisa-59]</p>
<p>Sebelumnya kami ingin menyampaikan bahwa imunisasi dan vaksinasi adalah suatu hal yang berbeda dimana sering terjadi kerancuan.</p>
<p>-Imunisasi: pemindahan atau transfer antibodi [bahasa awam: daya tahan tubuh] secara pasif. Antibodi diperoleh dari komponen plasma donor yang sudah sembuh dari penyakit tertentu.</p>
<p>-Vaksinasi: pemberian vaksin [antigen dari virus/bakteri] yang dapat merangsang imunitas [antibodi] dari sistem imun di dalam tubuh. Semacam memberi “infeksi ringan”.</p>
<p>[Pedoman Imunisasi di Indonesia hal. 7, cetakan ketiga, 2008, penerbit Depkes]</p>
<p>Pro-kontra imunisasi dan vaksin</p>
<p>Jika membaca yang pro, kita ada kecendrungan hati mendukung. Kemudian jika membaca yang kontra, bisa berubah lagi. Berikut kami sajikan pendapat dari masing-masing pihak dari informasi yang kami kumpulkan.</p>
<p>Pendapat yang kontra: </p>
<p>    Vaksin haram karena menggunakan media ginjal kera, babi, aborsi bayi, darah orang yang tertular penyakit infeksi yang notabene pengguna alkohol, obat bius, dan lain-lain. Ini semua haram dipakai secara syari’at.<br />
    Efek samping yang membahayakan karena mengandung mercuri, thimerosal, aluminium, benzetonium klorida, dan zat-zat berbahaya lainnya yg akan memicu autisme, cacat otak, dan lain-lain.<br />
    Lebih banyak bahayanya daripada manfaatnya, banyak efek sampingnya.<br />
    Kekebalan tubuh sebenarnya sudah ada pada setiap orang. Sekarang tinggal bagaimana menjaganya dan bergaya hidup sehat.<br />
    Konspirasi dan akal-akalan negara barat untuk memperbodoh dan meracuni negara berkembang dan negara muslim dengan menghancurkan generasi muda mereka.<br />
    Bisnis besar di balik program imunisasi  bagi mereka yang berkepentingan. Mengambil uang orang-orang muslim.<br />
    Menyingkirkan metode pengobatan dan pencegahan dari negara-negara berkembang dan negara muslim seperti minum madu, minyak zaitun, kurma, dan habbatussauda.<br />
    Adanya ilmuwan yang menentang teori imunisasi dan vaksinasi.<br />
    Adanya beberapa laporan bahwa anak mereka yang tidak di-imunisasi masih tetap sehat, dan justru lebih sehat dari anak yang di-imunisasi.</p>
<p>Pendapat yang pro:</p>
<p>    Mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena telah banyak kasus ibu hamil membawa virus Toksoplasma, Rubella, Hepatitis B yang membahayakan ibu dan janin. Bahkan bisa menyebabkan bayi baru lahir langsung meninggal. Dan bisa dicegah dengan vaksin.<br />
    Vaksinasi penting dilakukan untuk mencegah penyakit infeksi berkembang menjadi wabah seperti kolera, difteri, dan polio. Apalagi saat ini berkembang virus flu burung yg telah mewabah. Hal ini menimbulkam keresahan bagi petugas kesahatan yang menangani. Jika tidak ada, mereka tidak akan mau dekat-dekat. Juga meresahkan masyarakat sekitar.<br />
    Walaupun kekebalan tubuh sudah ada, akan tetapi kita hidup di negara berkembang yang notabene standar kesehatan lingkungan masih rendah. Apalagi pola hidup di zaman modern. Belum lagi kita tidak bisa menjaga gaya hidup sehat. Maka untuk antisipasi terpapar penyakit infeksi, perlu dilakukan vaksinasi.<br />
    Efek samping yang membahayakan bisa kita minimalisasi dengan tanggap terhadap kondisi ketika hendak imunisasi dan lebih banyak cari tahu jenis-jenis merk vaksin serta jadwal yang benar sesuai kondisi setiap orang.<br />
    Jangan hanya percaya isu-isu tidak jelas dan tidak ilmiah. Contohnya vaksinasi MMR menyebabkan autis. Padahal hasil penelitian lain yang lebih tersistem dan dengan metodologi yang benar, kasus autis itu ternyata banyak penyebabnya. Penyebab autis itu multifaktor (banyak faktor yang berpengaruh) dan penyebab utamanya masih harus diteliti.<br />
    Jika ini memang konspirasi atau akal-akalan negara barat, mereka pun terjadi pro-kontra juga. Terutama vaksin MMR. Disana juga sempat ribut dan akhirnya diberi kebebasan memilih. Sampai sekarang negara barat juga tetap memberlakukan vaksin sesuai dengan kondisi lingkungan dan masyarakatnya.<br />
    Mengapa beberapa negara barat ada yang tidak lagi menggunakan vaksinasi tertentu atau tidak sama sekali? Karena standar kesehatan mereka sudah lebih tinggi, lingkungan bersih, epidemik (wabah) penyakit infeksi sudah diberantas, kesadaran dan pendidikan hidup sehatnya tinggi. Mereka sudah mengkonsumsi sayuran organik. Bandingkan dengan negara berkembang. Sayuran dan buah penuh dengan pestisida jika tidak bersih dicuci. Makanan dengan zat pengawet, pewarna, pemanis buatan, mie instant, dan lain-lain. Dan perlu diketahui jika kita mau masuk ke beberapa negara maju, kita wajib divaksin dengan vaksin jenis tertentu. Karena mereka juga tidak ingin mendapatkan kiriman penyakit dari negara kita.<br />
    Ada beberapa fatwa halal dan bolehnya imunisasi. Ada juga sanggahan bahwa vaksin halal karena hanya sekedar katalisator dan tidak menjadi bagian vaksinContohnya Fatwa MUI yang menyatakan halal. Dan jika memang benar haram, maka tetap diperbolehkan karena mengingat keadaan darurat, daripada penyakit infeksi mewabah di negara kita. Harus segera dicegah karena sudah banyak yang terjangkit polio, Hepatitis B, dan TBC.</p>
<p>Terlepas dari itu semua, kami tidak bisa memastikan dan mengklaim 100% pihak mana yang benar dan pihak mana yang salah. Kami hanya ingin membagi kelegaan hati kami berkaitan dengan syari’at. Berikut kami sajikan bagaimana proses dari kebingungan kami menuju sebuah kelegaan karena kami hanya ingin sekedar berbagi.</p>
<p>Kewajiban taat terhadap pemerintah/waliyul ‘amr</p>
<p>Hal ini berkaitan dengan program “wajib” pemerintah berkaitan dengan imunisasi -yang kita kenal dengan PPI [Program Pengembangan Imunisasi]- di mana ada lima vaksin yang menjadi imunisasi “wajib”.</p>
<p>Sudah menjadi aqidah ahlus sunnah wal jamaah bahwa kita wajib mentaati pemerintah. Berikut kami sampaikan dalil-dalil yang ringkas saja.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p> يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.” [An Nisa’: 59]</p>
<p>Kita wajib taat kepada pemerintah baik dalam hal yang sesuai dengan syari’at maupun yang mubah, misalnya taat terhadap lampu lalu lintas dan aturan di jalan raya. Jika tidak, maka kita berdosa. Bahkan jika pemerintah melakukan sesuatu yang mendzalimi kita, kita harus bersabar. Kita tidak boleh melawan pemerintah dengan melakukan demonstrasi apalagi melakukan kudeta dan pemberontakan karena lebih besar bahayanya dan juga akan menumpahkan darah sesama kaum muslimin.</p>
<p>Dari Hudzaifah bin Al-Yaman radhiallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>كُونُ بَعْدِى أَئِمَّةٌ لاَ يَهْتَدُونَ بِهُدَاىَ وَلاَ يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِى وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينِ فِى جُثْمَانِ إِنْسٍ ». قَالَ قُلْتُ كَيْفَ أَصْنَعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ قَالَ « تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلأَمِيرِ وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ وَأُخِذَ مَالُكَ فَاسْمَعْ وَأَطِعْ</p>
<p>“Nanti setelah aku akan ada seorang pemimpin yang tidak mendapat petunjukku (dalam ilmu) dan tidak pula melaksanakan sunnahku (dalam amal). Nanti akan ada di tengah-tengah mereka orang-orang yang hatinya adalah hati setan, namun jasadnya adalah jasad manusia.“<br />
Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku lakukan jika aku menemui zaman seperti itu?”<br />
Beliau bersabda, ”Dengarlah dan taat kepada pemimpinmu, walaupun mereka memukul punggungmu dan mengambil hartamu. Tetaplah mendengar dan ta’at kepada mereka.” [HR. Muslim no. 1847]</p>
<p>Kita baru diperbolehkan untuk  tidak taat jika melihat pemerintah berada pada kekufuran yang nyata, jelas, dan bukan kekufuran yang dicari-cari dan dibuat-buat.</p>
<p>سمعوا وأطيعوا، إلا أن تروا كفراً بواحاً عندكم عليه من الله برهان</p>
<p>“Mendengar dan taatlah kalian (kepada pemerintah kalian), kecuali bila kalian melihat kekafiran yang nyata dan kalian memiliki buktinya di hadapan Allah.” [HR. Bukhari dan Muslim]</p>
<p>Jika ada yang mengatakan bahwa pemerintah sekarang kafir atau bukan negara Islam sehingga tidak perlu taat, maka kami sarankan untuk banyak menelaah kitab-kitab aqidah para ulama. Karena bisa jadi tuduhan itu kembali kepada yang menuduh. Kemudian perlu kita bedakan antara pemerintah yang tidak bisa menjalankan hukum syariat dan masih menganggap baik hukum Islam.  Dan di antara bukti negeri tersebut masih muslim adalah masih membebaskan dijalankan syari’at-syari’at yang bersifat jama’i seperti adzan, shalat berjama’ah dan shalat ‘ied.</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p> وَمَنْ دَعَا رَجُلًا بِالْكُفْرِ أَوْ قَالَ عَدُوَّ اللَّهِ وَلَيْسَ كَذَلِكَ إِلَّا حَارَ عَلَيْهِ</p>
<p> “Dan barangsiapa yang memanggil seseorang dengan panggilan “kafir” atau “musuh Allah” padahal dia tidak kafir, maka tuduhan itu akan kembali kepada penuduh.” [HR. Bukhari no. 3317, 5698, dan Muslim no. 214.]</p>
<p>Inilah yang agak mengusik hati kami, yaitu jika kita tidak mengikuti program imunisasi maka akan menyebabkan berdosa, karena pemerintah mengatakan “wajib”.</p>
<p>Walaupun hal ini bisa dibantah bagi mereka yang kontra, karena bahannya yang haram dan bisa merusak tubuh.  Sehingga dalam hal ini pemerintah tidak perlu ditaati. Karena kita dilarang merusak tubuh kita sendiri.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p>وَلاَ تُلْقُواْ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ</p>
<p>“dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” [Al-Baqarah: 195]</p>
<p>Sesuai dengan kaidah dari hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,</p>
<p>لاَ طَاعَةَ فِى مَعْصِيَةٍ ، إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِى الْمَعْرُوفِ</p>
<p>“Tidak ada kewajiban ta’at dalam rangka bermaksiat (kepada Allah). Ketaatan hanyalah dalam perkara yang ma’ruf (bukan maksiat).” [HR. Bukhari no. 7257]</p>
<p>Namun, kami berusaha mencari-cari lagi apa yang dimaksud dengan “wajib” oleh pemerintah agar lebih menentramkan dan keluar dari perbedaan pendapat.</p>
<p>Wajib imunisasi bukan wajib secara mutlak</p>
<p>Secara ringkas, wallahu a’lam, yang kami dapatkan bahwa pernyataan “wajib” pemerintah di sini bukanlah wajib secara mutlak dalam pelaksanaannya. Sebagaimana wajib, ada yang wajib ‘ain dan wajib kifayah. wajib Karena ada beberapa alasan.</p>
<p>1. Memang ada UU no. 4 tahun 1894 tentang wabah penyakit menular dan secara tidak langsung imunisasi masuk di sini karena salah satu peran imunisasi adalah memberantas wabah. Bisa dilihat di: : http://medbook.or.id/news/other/170-uu-no-4-tahun-1984 Ancaman bagi yang tidak mendukungnya, bisa dihukum penjara dan denda.</p>
<p>Akan tetapi, pemerintah juga masih kurang konsisten dalam menerapkan hukuman ini. Bisa dilihat pernyataan salah satu pemimpin kita.</p>
<p> ”Kita tidak bisa memberikan sanksi hukuman, tetapi kita hanya bisa menghimbau kepada aparat, ibu-ibu, LSM, majelis taklim, ketua RT, dan lurah, agar menggerakkan warganya ke pos-pos imunisasi. Mudah-mudahan Jakarta bebas polio,,”</p>
<p>[sumber: http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/05/tgl/31/time/115902/idnews/371768/idkanal/10]</p>
<p>Walaupun sumber tersebut tahun 2005, tetapi ini menunjukkan setidaknya pemerintah pernah tidak konsisten.</p>
<p>2. Belum ada peraturan pemerintah atau undang-undang khusus yang mengatur secara jelas, tegas, dan shorih tentang kewajiban imunisasi, hukuman, serta kejelasan penerapan hukuman.</p>
<p>3. Kalaupun mewajibkan lima imunisasi termasuk polio, maka bagaimana dengan daerah yang terpencil, daerah yang tidak mendapatkan pasokan imunisasi seperti beberapa daerah di Papua? Apakah mereka dipenjara semua? Atau didenda semua? Haruskah mereka mencari-cari ke daerah yang ada imunisasi dan vaksin?</p>
<p>Bagimana dengan yang tidak mampu membayar imunisasi? Karena pemerintah belum menggratiskan secara menyeluruh imunisasi. Walaupun ada yang murah, tetapi tetap saja ada penduduk yang untuk makan sesuap nasi saja sulit. Apakah orang miskin-papa seperti mereka harus dipenjara atau didenda karena tidak imunisasi?</p>
<p>4. Sampai sekarang, wallahu a’lam, kami belum pernah mendengar ada kasus orang yang dihukum penjara atau denda hanya karena anaknya belum atau tidak diimunisasi.</p>
<p>5. Cukup banyak mereka yang kontra imunisasi dan vaksin baik individu, LSM, atau organisai tertentu mengeluarkan pendapat menolak imunisasi padahal ini sangat bertentangan dengan pemerintah. Bahkan mereka menghimbau bahkan memprovokasi agar tidak melakukan imunisasi. Tetapi, wallahu a’lam, kami tidak melihat tindak tegas pemerintah terhadap mereka.</p>
<p>Atau kita bisa menganalogikan dengan program “WAJIB belajar sembilan tahun”. Maka semua orang tahu bahwa “wajib “ di sini tidak bermakna wajib secara mutlak.</p>
<p>Maka kesimpulan yang kami ambil:</p>
<p>Imunisasi dan vaksin mubah, silahkan jika ingin melakukan imunisasi jika sesuai dengan keyakinan. Silahkan juga jika menolak imunisasi sesuai dengan keyakinan dan hal ini tidak berdosa secara syari’at. Silahkan sesuai keyakinan masing-masing. Yang terpenting kita jangan berpecah-belah hanya karena permasalahan ini dan saling menyalahkan.</p>
<p>Berikut kami sajikan fatwa tentang bolehnya imunisasi dan vaksin serta menunjukkan bahwa semacam imunisasi sudah ada dalam syari’at. Atau yang dikenal sekarang dengan imunisasi syari’at.</p>
<p>Ketika Syaikh  Abdul Aziz bin Baz rahimahullah ditanya tentang hal ini,</p>
<p> ما هو الحكم في التداوي قبل وقوع الداء كالتطعيم؟</p>
<p> “Apakah hukum berobat dengan imunisasi sebelum tertimpa penyakit seperti imunisasi?”</p>
<p>Beliau menjawab,</p>
<p>لا بأس بالتداوي إذا خشي وقوع الداء لوجود وباء أو أسباب أخرى يخشى من وقوع الداء بسببها فلا بأس بتعاطي الدواء لدفع البلاء الذي يخشى منه لقول النبي صلى الله عليه وسلم في الحديث الصحيح: «من تصبح بسبع تمرات من تمر المدينة لم يضره سحر ولا سم (1) » وهذا من باب دفع البلاء قبل وقوعه فهكذا إذا خشي من مرض وطعم ضد الوباء الواقع في البلد أو في أي مكان لا بأس بذلك من باب الدفاع، كما يعالج المرض النازل، يعالج بالدواء المرض الذي يخشى منه.</p>
<p>“La ba’sa (tidak masalah) berobat dengan cara seperti itu jika dikhawatirkan tertimpa penyakit karena adanya wabah atau sebab-sebab lainnya. Dan tidak masalah menggunakan obat untuk menolak atau menghindari wabah yang dikhawatirkan. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits shahih (yang artinya),“Barangsiapa makan tujuh butir kurma Madinah pada pagi hari, ia tidak akan terkena pengaruh buruk sihir atau racun”</p>
<p>Ini termasuk tindakan menghindari penyakit sebelum terjadi. Demikian juga jika dikhawatirkan timbulnya suatu penyakit dan dilakukan immunisasi untuk melawan penyakit yang muncul di suatu tempat atau di mana saja, maka hal itu tidak masalah, karena hal itu termasuk tindakan pencegahan. Sebagaimana penyakit yang datang diobati, demikian juga penyakit yang dikhawatirkan kemunculannya.</p>
<p>[sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/238]</p>
<p>Majelis Ulama Eropa untuk Fatwa dan Penelitian telah memberikan jawaban untuk masalah vaksin yang digunakan dalam vaksinasi anak terhadap polio. Dalam masalah tersebut, Majelis Ulama Eropa memutuskan dua hal:</p>
<p>Pertama:</p>
<p>Penggunaan obat semacam itu ada manfaatnya dari segi medis.  Obat semacam itu dapat melindungi anak dan mencegah mereka dari kelumpuhan dengan izin Allah. Dan obat semacam ini (dari enzim babi) belum ada gantinya hingga saat ini. Dengan menimbang hal ini, maka penggunaan obat semacam itu dalam rangka berobat dan pencegahan dibolehkan. Hal ini dengan alasan karena mencegah bahaya (penyakit) yang lebih parah jika tidak mengkonsumsinya. Dalam bab fikih, masalah ini ada sisi kelonggaran yaitu tidak mengapa menggunakan yang najis (jika memang cairan tersebut dinilai najis). Namun sebenarnya cairan najis tersebut telah mengalami istihlak (melebur) karena bercampur dengan zat suci yang berjumlah banyak. Begitu pula masalah ini masuk dalam hal darurat dan begitu primer yang dibutuhkan untuk menghilangkan bahaya. Dan di antara tujuan syari’at adalah menggapai maslahat dan manfaat serta menghilangkan mafsadat dan bahaya.</p>
<p>Kedua:</p>
<p>Majelis merekomendasikan pada para imam dan pejabat yang berwenang hendaklah posisi mereka tidak bersikap keras dalam perkara ijtihadiyah ini yang nampak ada maslahat bagi anak-anak kaum muslimin selama tidak bertentangan dengan dalil yang definitif (qoth’i). [Disarikan dari http://www.islamfeqh.com/Forums.aspx?g=posts&amp;t=203]</p>
<p>Perlu diketahui juga bahwa di Saudi Arabia sendiri untuk pendaftaran haji melalui hamlah (travel)  diwajibkan bagi setiap penduduk asli maupun pendatang untuk memenuhi syarat tath’im (vaksinasi) karena banyaknya wabah yang tersebar saat haji nantinya. Syarat inilah yang harus dipenuhi sebelum calon haji dari Saudi mendapatkan tashrih atau izin berhaji yang keluar lima tahun sekali.</p>
<p>Jangan meyebarluaskan penolakan imunisasi</p>
<p>Merupakan tindakan yang kurang bijak bagi mereka yang menolak imunisasi, menyebarkan keyakinan mereka secara luas di media-media, memprovokasi agar menolak keras imunisasi dan vaksin, bahkan menjelek-jelekkan pemerintah. Sehingga membuat keresahan dimasyarakat.  Karena bertentangan dengan pemerintah yang membuat dan mendukung program imunisasi.</p>
<p>Hendaknya ia menerapkan penolakan secara sembunyi-sembunyi. Sebagaimana kasus jika seseorang melihat hilal Ramadhan dengan jelas dan sangat yakin, kemudian persaksiannya ditolak oleh pemerintah. Pemerintah belum mengumumkan besok puasa, maka hendaknya ia puasa sembunyi-sembunyi besok harinya dan jangan membuat keresahan di masyarakat dengan mengumumkan dan menyebarluaskan persaksiannya akan hilal, padahal sudah ditolak oleh pemerintah. Karena hal ini akan membuat perpecahan dan keresahan di masyarakat.</p>
<p>Islam mengajarkan kita agar tidak langsung menyebarluaskan setiap berita atau isu ke masyarakat secara umum. Hendaklah kita jangan mudah termakan berita yang kurang jelas atau isu murahan kemudian ikut-kutan menyebarkannya padahal ilmu kita terbatas mengenai hal tersebut. Hendaklah kita menyerahkan kepada kepada ahli dan tokoh yang berwenang untuk menindak lanjuti, meneliti, mengkaji, dan menelaah berita atau isu tersebut. Kemudian merekalah yang lebih mengetahui dan mempertimbangkan apakah berita ini perlu diekspos atau disembunyikan.</p>
<p>Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,</p>
<p>وَإِذَا جَاءهُمْ أَمْرٌ مِّنَ الأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُواْ بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُوْلِي الأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْلاَ فَضْلُ اللّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لاَتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلاَّ قَلِيلاً</p>
<p>“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikuti setan, kecuali sebagian kecil saja (di antaramu).” [An-Nisa: 83]</p>
<p>Syaikh Abdurrahman bin Nasir As-Sa’diy rahimahullah menafsirkan ayat ini,</p>
<p>هذا تأديب من الله لعباده عن فعلهم هذا غير اللائق. وأنه ينبغي لهم إذا جاءهم أمر من الأمور المهمة والمصالح العامة ما يتعلق بالأمن وسرور المؤمنين، أو بالخوف الذي فيه مصيبة عليهم أن يتثبتوا ولا يستعجلوا بإشاعة ذلك الخبر، بل يردونه إلى الرسول وإلى أولي الأمر منهم، أهلِ الرأي والعلم والنصح والعقل والرزانة، الذين يعرفون الأمور ويعرفون المصالح وضدها. فإن رأوا في إذاعته مصلحة ونشاطا للمؤمنين وسرورا لهم وتحرزا من أعدائهم فعلوا ذلك. وإن رأوا أنه ليس فيه مصلحة أو فيه مصلحة ولكن مضرته تزيد على مصلحته، لم يذيعوه</p>
<p>“Ini adalah pengajaran dari Allah kepada Hamba-Nya bahwa perbuatan mereka [menyebarkan berita tidak jelas] tidak selayaknya dilakukan. Selayaknya jika datang kepada mereka suatu perkara yang penting, perkara kemaslahatan umum yang berkaitan dengan keamanan dan ketenangan kaum mukminin, atau berkaitan dengan ketakutan akan musibah pada mereka, agar mencari kepastian dan tidak terburu-buru menyebarkan berita tersebut. Bahkan mengembalikan  perkara tersebut kepada Rasulullah dan [pemerintah] yang berwenang mengurusi perkara tersebut yaitu cendikiawan, ilmuwan, peneliti, penasehat, dan pembuat kebijaksanan. Merekalah yang mengetahui berbagai perkara dan mengetahui kemaslahatan dan kebalikannya. Jika mereka melihat bahwa dengan menyebarkannya ada kemaslahatan, kegembiraan, dan kebahagiaan bagi kaum mukminin serta menjaga dari musuh, maka mereka akan menyebarkannya Dan jika mereka melihat tidak ada kemaslahatan [menyebarkannya] atau ada kemaslahatan tetapi madharatnya lebih besar, maka mereka tidak menyebarkannya. [Taisir Karimir Rahman hal. 170, Daru Ibnu Hazm, Beirut, cetakan pertama, 1424 H]</p>
<p>Sebaiknya kita menyaring dulu berita yang sampai kepada kita dan tidak semua berita yang kita dapat kemudian kita sampaikan semuanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p> كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ</p>
<p>“Cukuplah sebagai bukti kedustaan seseorang bila ia menceritakan segala hal yang ia dengar.” [HR. Muslim]</p>
<p>Demikianlah semoga kelegaan ini bisa juga membuat kaum muslimin yang juga sebelumnya berada di dalam kebingungan juga bisa menjadi lega.</p>
<p>Kami sangat berharap adanya masukan, kritik dan saran kepada kami mengenai hal ini. Jika ada informasi yang tegas dari pemerintah tentang wajibnya imunisasi secara mutlak, kami mohon diberitahukan.</p>
<p>Pendapat kami pribadi mengenai imunisasi dan vaksin</p>
<p>Hati kami merasa lebih tentram dengan condong ke arah pihak yang pro. Wallahu ‘alam. Kami memang memiliki latar belakang pendidikan kedokteran, sehingga mungkin ada yang mengira kami terpengaruh oleh ilmu kami sehingga mendukung imunisasi dan vaksinasi. Akan tetapi, justru karena kami memiliki latar belakang tersebut, kami bisa menelaah lebih dalam lagi dan mencari fakta-fakta yang kami rasa lebih menentramkan hati kami.  Berikut kami berusaha menjabarkannya dan menjawab apa yang menjadi alasan mereka menolak imunisasi.</p>
<p>Vaksin haram?</p>
<p>Ini yang cukup meresahkan karena sebagian besar masyarakat Indonesia adalah muslim. Namun mari kita kaji, kita ambil contoh vaksin polio atau vaksin meningitis yang produksinya menggunakan enzim tripsin dari serum babi. Belakangan ini menjadi buah bibir karena cukup meresahkan jama’ah haji yang diwajibkan pemerintah Arab Saudi vaksin, karena mereka tidak ingin terkena atau ada yang membawa penyakit tersebut ke jama’ah haji di Mekkah.</p>
<p>Banyak penjelasan dari berbagai pihak, salah satunya dari Drs. Iskandar, Apt., MM, -Direktur Perencanaan dan pengembangan PT. Bio Farma (salah satu perusahaan pembuat vaksin di Indonesia)- yang mengatakan bahwa enzim tripsin babi masih digunakan dalam pembuatan vaksin, khususnya vaksin polio (IPV). Beliau mengatakan,</p>
<p>“Air PAM dibuat dari air sungai yang mengandung berbagai macam kotoran dan najis, namun menjadi bersih dan halal stetalh diproses”. Beliau juga mengatakan, “Dalam proses pembuatan vaksin, enzim tripsin babi hanya dipakai sebagai enzim proteolitik [enzim yang digunakan sebagai katalisator pemisah sel/protein]. Pada hasil akhirnya [vaksin], enzim tripsin yang merupakan unsur turunan dari pankreas babi ini tidak terdeteksi lagi. Enzim ini akan mengalami proses pencucian, pemurnian dan penyaringan.” [sumber: http://www.scribd.com/doc/62963410/WHO-Batasi-Penggunaan-Babi-Untuk-Pembuatan-Vaksin]</p>
<p>Jika ini benar, maka tidak bisa kita katakan bahwa vaksin ini haram, karena minimal  bisa kita kiaskan dengan binatang jallalah, yaitu binatang yang biasa memakan barang-barang najis. Binatang ini bercampur dengan najis yang haram dimakan, sehingga perlu dikarantina kemudian diberi makanan yang suci dalam beberapa hari agar halal dikonsumsi. Sebagian ulama berpendapat minimal tiga hari dan ada juga yang berpendapat sampai aroma, rasa dan warna najisnya hilang.</p>
<p>Imam Abdurrazaq As-Shan’ani rahimahullah meriwayatkan,</p>
<p> عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ كَانَ يَحْبِسُ الدَّجَاجَةَ ثَلَاثَةً إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْكُلَ بَيْضَهَا</p>
<p> ”Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma  bahwasanya beliau mengurung [mengkarantina] ayam yang biasa makan barang najis selama tiga hari jika beliau ingin memakan telurnya.” [Mushannaf Abdurrazaq no. 8717]</p>
<p>Kalau saja binatang yang jelas-jelas bersatu langsung dengan najis -karena makanannya kelak akan menjadi darah dan daging- saja bisa dimakan, maka jika hanya sebagai katalisator sebagaimana penjelasan di atas serta tidak dimakan, lebih layak lagi untuk dipergunakan atau minimal sama.</p>
<p>Perubahan benda najis atau haram menjadi suci</p>
<p>Kemudian ada istilah [استحالة] “istihalah” yaitu perubahan benda najis atau haram menjadi benda yang suci yang telah berubah sifat dan namanya. Contohnya adalah jika kulit bangkai yang najis dan haram disamak, maka bisa menjadi suci atau jika khamr menjadi cuka  -misalnya dengan penyulingan- maka menjadi suci. Pada enzim babi vaksin tersebut telah berubah nama dan sifatnya atau bahkan hanya sebagai katalisator pemisah, maka yang menjadi patokan adalah sifat benda tersebut sekarang.</p>
<p>Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah rahimahullah menjelaskan masalah istihalah,</p>
<p>وَاَللَّهُ – تَعَالَى – يُخْرِجُ الطَّيِّبَ مِنْ الْخَبِيثِ وَالْخَبِيثَ مِنْ الطَّيِّبِ، وَلَا عِبْرَةَ بِالْأَصْلِ، بَلْ بِوَصْفِ الشَّيْءِ فِي نَفْسِهِ، وَمِنْ الْمُمْتَنِعِ بَقَاءُ حُكْمِ الْخُبْثِ وَقَدْ زَالَ اسْمُهُ وَوَصْفُهُ،</p>
<p>“Dan Allah Ta’ala mengeluarkan benda yang suci dari benda yang najis dan mengeluarkan benda yang najis dari benda yang suci. Patokan bukan pada benda asalnya, tetapi pada sifatnya yang terkandung pada benda tersebut [saat itu]. Dan tidak boleh menetapkan hukum najis jika telah hilang sifat dan berganti namanya.” [I’lamul muwaqqin ‘an rabbil ‘alamin 1/298, Darul Kutub Al-‘Ilmiyah, Beirut, Cetakan pertama, 1411 H, Asy-Syamilah]</p>
<p>Percampuran benda najis atau haram dengan benda suci</p>
<p>Kemudian juga ada istilah [استحلاك] “istihlak” yaitu bercampurnya benda najis atau haram pada benda yang suci sehingga mengalahkan sifat najisnya , baik rasa, warna, dan baunya. Misalnya hanya beberapa tetes khamr pada air yang sangat banyak. Maka tidak membuat haram air tersebut.</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>إِنَّ اَلْمَاءَ طَهُورٌ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ</p>
<p>“Air itu suci, tidak ada yang menajiskannya sesuatu pun.” [Bulughul Maram, Bab miyah no.2, dari Abu Sa’id Al-Khudriy]</p>
<p>كَانَ اَلْمَاءَ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلْ اَلْخَبَثَ – وَفِي لَفْظٍ: – لَمْ يَنْجُسْ</p>
<p>“Jika air mencapai dua qullah tidak mengandung najis”, di riwayat lain, “tidak najis” [Bulughul Maram, Bab miyah no.5, dari Abdullah bin Umar]</p>
<p>Maka enzim babi vaksin yang hanya sekedar katalisator yang sudah hilang melalui proses pencucian, pemurnian, dan penyulingan sudah minimal terkalahkan sifatnya.</p>
<p>Jika kita memilih vaksin adalah haram</p>
<p>Berdasarkan fatwa MUI bahwa vaksin haram tetapi boleh digunakan jika darurat. Bisa dilihat di berbagai sumber salah satunya cuplikan wawancara antara Hidayatullah dan KH. Ma’ruf Amin selaku Ketua Komisi Fatwa MUI [halaman 23], sumber:</p>
<p>http://imunisasihalal.wordpress.com/2008/03/13/wawancara-dengan-mui-vaksin-haram-tapi-boleh-karena-darurat/</p>
<p>Berobat dengan yang haram</p>
<p>Jika kita masih berkeyakinan bahwa vaksin haram, mari kita kaji lebih lanjut. Bahwa ada kaidah fiqhiyah,</p>
<p>الضرورة تبيح المحظورات</p>
<p>“Darurat itu membolehkan suatu yang dilarang”</p>
<p>Kaidah ini dengan syarat:</p>
<p>1. Tidak ada pengganti lainnya yang mubah.</p>
<p>2. Digunakan sekadar mencukupi saja untuk memenuhi kebutuhan.</p>
<p>Inilah landasan yang digunakan MUI, jika kita kaji sesuai dengan syarat:</p>
<p>1. Saat itu belum ada pengganti vaksin lainnya</p>
<p>Adapun yang berdalil bahwa bisa diganti dengan jamu, habbatussauda, atau madu [bukan berarti kami merendahkan pengobatan nabi dan tradisional], maka kita jawab bahwa itu adalah pengobatan yang bersifat umum dan tidak spesifik. Sebagaimana jika kita mengobati virus tertentu, maka secara teori bisa sembuh dengan meningkatkan daya tahan tubuh, akan tetapi bisa sangat lama dan banyak faktor, bisa saja dia mati sebelum daya tahan tubuh meningkat. Apalagi untuk jamaah haji, syarat satu-satunya adalah vaksin.</p>
<p>2. Enzim babi pada vaksin hanya sebagai katalisator, sekedar penggunaannya saja.</p>
<p>Jika ada yang berdalil dengan,</p>
<p> إن الله خلق الداء والدواء، فتداووا، ولا تتداووا بحرام</p>
<p> ”Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya. Maka berobatlah, dan jangan berobat dengan sesuatu yang haram.” [HR. Thabrani. Dinilai hasan oleh Syaikh Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah no. 1633]</p>
<p>Maka, pendapat terkuat bahwa pada pada asalnya tidak boleh berobat dengan benda-benda haram kecuali dalam kondisi darurat, dengan syarat:</p>
<p>    Penyakit tersebut adalah penyakit yang harus diobati.<br />
    Benar-benar yakin bahwa obat ini sangat bermanfaat pada penyakit tersebut.<br />
    Tidak ada pengganti lainnya yang mubah.</p>
<p>Berlandaskan pada kaidah fiqhiyah,</p>
<p> إذا تعارض ضرران دفع أخفهما.</p>
<p>”Jika ada dua mudharat (bahaya) saling berhadapan maka diambil yang paling ringan.“</p>
<p>Dan Maha Benar Allah yang memang menciptakan penyakit namun pasti ada obatnya. Kalau tidak ada obatnya sekarang, maka hanya karena manusia belum menemukannya. Terbukti baru-baru ini telah ditemukan vaksin meningitis yang halal, dan MUI mengakuinya.</p>
<p>Bisa dilihat pernyataan berikut,</p>
<p>“Majelis Ulama Indonesia menerbitkan sertifikat halal untuk vaksin meningitis produksi Novartis Vaccines and Diagnostics Srl dari Italia dan Zhejiang Tianyuan Bio-Pharmaceutical asal China. Dengan terbitnya sertifikat halal, fatwa yang membolehkan penggunaan vaksin meningitis terpapar zat mengandung unsur babi karena belum ada vaksin yang halal menjadi tak berlaku lagi.”</p>
<p>”Titik kritis keharaman vaksin ini terletak pada media pertumbuhannya yang kemungkinan bersentuhan dengan bahan yang berasal dari babi atau yang terkontaminasi dengan produk yang tercemar dengan najis babi,” kata Ketua MUI KH Ma’ruf Amin di Jakarta, Selasa (20/7).</p>
<p>Sumber: http://kesehatan.kompas.com/read/2010/07/21/03395385/Tersedia.Vaksin.Meningitis.Halal</p>
<p>Semoga kelak akan ditemukan vaksin lain yang halal misalnya vaksin polio, sebagaimana usaha WHO juga mengupayakan hal tersebut. WHO yang dituduh sebagai antek-antek negara barat dan Yahudi, padahal tuduhan ini tanpa bukti dan hanya berdasar paranoid terhadap dunia barat. Berikut penyataannya,</p>
<p>“Menurut Neni [peneliti senior PT. Bio Farma], risiko penggunaan unsur binatang dalam pembuatan vaksin sebenarnya tidak hanya menyangut halal atau haram. Bagi negara non-muslim sekalipun, penggunaan unsur binatang mulai dibatasi karena berisiko memicu transmisi penyakit dari binatang ke manusia”.</p>
<p>“WHO mulai membatasi, karena ada risiko transmisi dan itu sangat berbahaya. Misalnya penggunaan serum sapi bisa menularkan madcow (sapi gila),” ungkap Neni dalam jumpa pers Forum Riset Vaksin Nasional 2011 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (26/7/2011)</p>
<p>[sumber: http://www.scribd.com/doc/62963410/WHO-Batasi-Penggunaan-Babi-Untuk-Pembuatan-Vaksin]</p>
<p>Fatwa MUI pun tidak selamat, tetap saja dituduh ada konspirasi di balik itu. Maka kami tanyakan kepada mereka,</p>
<p>“Apakah mereka bisa memberikan solusi, bagaimana supaya jama’ah haji Indonesia bisa naik haji, karena pemerintah Saudi mempersyaratkan harus vaksin meningitis jika ingin berhaji. Hendaklah kita berjiwa besar, jangan hanya bisa mengomentari dan mengkritik tetapi tidak bisa memberikan jalan keluar.”</p>
<p>Agama Islam adalah agama yang mudah dan tidak kaku, Allah tidak menghendaki kesulitan kepada hambanya. Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p>وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ</p>
<p>“Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” [Al-Hajj: 78]</p>
<p>Jika masih saja tidak boleh dan haram bagaimanapun juga kondisinya</p>
<p>Jika masih berkeyakinan bahwa vaksin itu omong kosong, haram dan tidak berguna, maka ketahuilah, vaksin inilah yang memberikan kekuatan psikologis kepada kami para tenaga kesehatan untuk bisa menolong dan mengobati masyarakat umum. Jika kami -tenaga kesehatan- tidak melakukan vaksinasi hepatitis B, seandainya mereka yang kontra vaksinasi terkena hepatitis B dan perlu disuntik atau dioperasi, maka saya atau pun tenaga medis lainnya akan berpikir dua kali untuk melakukan operasi jika mereka belum divaksin hepatitis B. Maka hati kami akan gusar dalam menjalankan tugas kami, kita tidak tahu jika ada pasien yang luka, berdarah, lalu kita bersihkan lukanya, kemudian ternyata diketahui bahwa dia berpenyakis hepatitis B. Karena keyakinan sudah divaksinasi hepatitis B, maka hal itu membuat kami bisa menjalaninya.</p>
<p>Begitu juga jika istri mereka hendak melahirkan dan terkena hepatitis B, bidan yang membantu mereka akan berpikir dua kali untuk membantu persalinan jika dia belum vaksin hepatitis B. Karena hepatitis B termasuk penyakit kronis dengan prognosis buruk, belum ditemukan dengan pasti obatnya.</p>
<p>Benarkah konspirasi dan akal-akalan Barat dan Yahudi?</p>
<p>Untuk memastikan hal ini perlu penelitian dan fakta yang jelas, dan sampai sekarang belum ada bukti yang kuat mengenai hal ini. Walapun mereka kafir tetapi Islam mengajarkan tidak boleh dzalim tehadap mereka, dengan menuduh tanpa bukti dan berdasar paranoid selama ini. Begitu juga WHO sebagai antek-anteknya.</p>
<p>Malah yang ada adalah bukti-bukti bahwa tidak ada konspirasi dalam hal ini, berikut kami bawakan beberapa di antaranya:</p>
<p>1. Pro-kontra imunisasi dan vaksin tidak hanya berada di Negara Islam dan Negara berkembang saja, tetapi dinegara-negara barat dan Negara non-Islam lainnya seperti di Filipina dan Australia</p>
<p>Sumber: http://www.metrotvnews.com/ekonomi/news/2011/07/28/59298/Kelompok-Antivaksin-tak-Hanya-Ada-di-Indonesia</p>
<p>Pro-kontra imunisasi sudah ada sejak Pasteur mengenalkan imunisasi rabies, sampai keputusan imunisasi demam tifoid semasa perang Boer. Demikian juga penentang imunisasi cacar di Inggris sampai membawanya di parlemen Inggris. Para Ibu di Jepang dan Inggris menolak imunisasi DPT karena menyebabkan reaksi panas (demam). [Pedoman Imunisasi di Indonesia hal. 361]</p>
<p>2. Amerika melakukan imunisasi bagi pasukan perang mereka. Ini menjawab tuduhan bahwa imuniasi hanya untuk membodohi Negara muslim dan sudah tidak populer di Negara barat, bahkan mereka mengeluarkan jurnal penelitian resmi untuk meyakinkan dan menjawab pihak kontra imunisasi. Salah satunya adalah jurnal berjudul,  “Immunization to Protect the US Armed Forces: Heritage, Current Practice, and Prospects” Sangat lucu jika mereka mau bunuh diri dengan melemahkan dan membodohi pasukan perang mereka dengan imunisasi.</p>
<p>Jurnal tersebut bisa di akses di: http://epirev.oxfordjournals.org/content/28/1/3.full<br />
3. WHO juga sedang meneliti pengembangan imunisasi tanpa menggunakan unsur binatang sebagaimana kita jelaskan sebelumnya.</p>
<p>Uang dibalik imunisasi?</p>
<p>Jika memang ada bisnis uang orang-orang Yahudi di balik imunisasi, maka ini perlu ditinjau lagi, karena Indonesia sudah memproduksinya sendiri, misalnya PT. Bio Farma. Jika memang mereka ingin memeras negara muslim, mengapa mereka tidak monopoli saja, tidak memberikan teknologinya kepada siapa pun.</p>
<p>Imunisasi tidak menjamin 100%</p>
<p>Tidak ada yang obat yang bisa menjamin 100% kesembuhan dan menjamin 100% pencegahan. Semua tergantung banyak faktor, salah satunya adalah daya tahan tubuh kita. Begitu juga dengan imunisasi, sehingga beberapa orang mempertanyakan imunisasi hanya karena beberapa kasus penyakit campak, padahal penderita sudah diimunisasi campak.</p>
<p>Semua obat pasti ada efek sampingnya</p>
<p>Bahkan madu, habbatussauda, dan bekam juga ada efek sampingnya, hanya saja kita bisa menghilangkan atau meminimalkannya jika sesuai aturan. Begitu juga dengan imunisasi yang dikenal dengan istilah KIPI [Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi]. Misalnya, sedikit demam, dan ini semua sudah dijelaskan dan ada penanganannya.</p>
<p>Anak yang tidak imunisasi lebih sehat?</p>
<p>Ada pengakuan bahwa anaknya yang tidak diimunisasi lebih sehat dan pintar dari yang diimunisasi. Maka kita jawab, bisa jadi itu karena faktor-faktor lain yang tidak terkait dengan imunisasi, dan perlu dibuktikan. Banyak orang-orang miskin dan kumuh anaknya lebih sehat dan lebih pintar dibandingkan mereka yang kaya dan pola hidupnya sehat. Apakah kita akan mengatakan, jadi orang miskin saja supaya lebih sehat? Kita tahu sebagian besar anak Indonesia diimunisasi dan lihatlah mereka semuanya banyak yang pintar-pintar dan menjuarai berbagai olimpiade tingkat internasional. Apakah kita kemudian akan mengatakan, ikut imunisasi saja supaya bisa menjuarai olimpiade tingkat internasional? Sehingga, jangan karena satu dua kasus, kemudian kita menyamakannya pada semua kasus.</p>
<p>Penelitian tentang kegagalan imunisasi dan vaksin yang setengah-setengah</p>
<p>Umumnya penelitian-penelitian ini adalah penelitian tahun lama yang kurang bisa dipercaya, mereka belum memahami benar teori imunologi yang terus berkembang. Kemudian tahun 2000-an muncul kembali yaitu peneliti Wakefield dan Montgomerry yang mengajukan laporan penelitian adanya hubungan vaksin MMR dengan autism pada anak. Ternyata penelitian ini tidak menggunakan paradigm epidemiologik, tetapi paradigma imunologi atau biomolekuler yang belum memberikan bukti shahih. Bukti juga masih sepotong-potong. Baik pengadilan London maupun redaksi majalah yang memuat tulisan ini akhirnya menyesal dan menyatakan bukti yang diajukan lemah dan kabur. [Pedoman Imunisasi di Indonesia hal 366-367]</p>
<p>Keberhasilan vaksin memusnahkan cacar [smallpox] di bumi</p>
<p>Bukan cacar air [varicella] yang kami maksud, tetapi cacar smallpox. Yang sebelumnya mewabah di berbagai negara dan sekarang hampir semua negara menyatakan negaranya sudah tidak ada lagi penyakit ini.</p>
<p>“Following their jubilant announcement in 1980 that smallpox had finally been eradicated from the world, the World Health Organization lobbied for the numbers of laboratories holding samples of the virus to be reduced. In 1984 it was agreed that smallpox be kept in only two WHO approved laboratories, in Russia and America”</p>
<p>“Setelah pengumuman gembira mereka pada tahun 1980 bahwa cacar akhirnya telah diberantas dari bumi, WHO melobi agar jumlah laboratorium yang memegang sampel virus bisa dikurangi. Pada tahun 1984, disepakati bahwa (virus) cacar hanya disimpan di dua laboratorium yang disetujui WHO, yaitu di Rusia dan Amerika.”</p>
<p>Sumber: http://www.bbc.co.uk/history/british/empire_seapower/smallpox_01.shtml</p>
<p>Lihat bagaimana dua negara adidaya saat itu yang saling berperang berusaha mendapatkan ilmu ini dengan menyimpan bibit penyakit tersebut. Jika ini hanya main-main dan bohong belaka, mengapa harus diperebutkan oleh banyak negara dan akhirnya dibatasi dua Negara saja. Lihat juga karena vaksinlah yang menyelamatkan dunia dari wabah saat itu, dengan izin Allah Ta’ala.</p>
<p>Dukung Imunisasi Polio Pemerintah</p>
<p>Kita tidak boleh memaksa, kita hanya bisa mengarahkan. Sama dengan wabah cacar, maka polio juga menjadi sasaran pemusnahan di muka bumi. Oleh karena itu, semua orang harus ikut serta sehingga virus polio bisa musnah di muka bumi ini. Jika ada beberapa orang saja yang masih membawa virus ini kemudian menyebar, maka program ini akan gagal. Di Indonesia pemerintah mencanangkannya dengan “Indonesia Bebas Polio”. Mengingat penyakit in sangat berbahaya dengan kemunculan gejala yang cepat.</p>
<p>Mungkin kita harus belajar dari kasus yang terjadi di Belanda. Di sana, ada daerah-daerah yang karena faktor religius, mereka menolak untuk divaksin, biasa disebut “Bible Belt”, mereka tersebar di beberapa daerah di Belanda. Akibatnya, terjadi outbreak (wabah) virus Measles antara tahun 1999-2000 dengan lebih dari 3000 kasus virus Measles dan setelah diteliti ternyata terjadi di daerah-daerah yang didominasi oleh orang-orang Bible Belt. Padahal kita tahu, sejak vaksin Measles berhasil ditemukan tahun 1965-an [sekarang vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)], kasus Measles sudah hampir tidak ada lagi.</p>
<p>Maka ini menjadi pelajaran bagi kita, ketika daya tahan tubuh kita tidak memiliki pertahanan tubuh spesifik untuk virus tertentu, bisa jadi kita terjangkit virus tersebut dan menularkannya kepada orang lain bahkan bisa jadi menjadi wabah. Karena bisa jadi, untuk membangkitkan daya tahan spesifik terhadap serangan virus tertentu yang berbahaya, sistem imunitas kita kalah cepat dengan serangan virusnya, sehingga bisa barakibat fatal. Dan inilah yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi. Itulah mengapa pemerintah sangat ingin agar imunisasi bisa mencakup hampir 100% anak, agar setiap orang mempunyai daya tahan tubuh spesifik terhadap virus tersebut. [dua paragraf di atas adalah tambahan dari editor, Jazahumullahu khair atas tambahan ilmunya]</p>
<p>Keberhasilan teori dimana teori tersebut menjadi dasar teori imunisasi</p>
<p>Imunisasi dibangun di atas teori sistem imunitas (sistem pertahanan tubuh) dengan istilah-itilah yang mungkin pernah didengar seperti antibodi, immunoglubulin,  sel-B, sel-T, antigen, dan lain-lain. Teori inilah yang melandasi ilmu kedokteran barat yang saat ini digunakan oleh sebagian besar masyarakat dunia. Dan sudah terbukti.</p>
<p>Bagaimanakah sebuah obat penekan sistem imunitas bekerja seperti kortikosteroid, bagaimana obat-obat yang mampu meningkatkan sistem imun. Bahkan habbatussauda pun diteliti dan sudah ada jurnal kedoktean resmi yang menyatakan bahwa habbatussauda dapat meningkatkan sistem imun. Semua dibangun di atas teori ini. Dan masih banyak lagi, misalnya vaksin bisa ular.  Bagaimana seorang yang digigit ular berbisa kemudian bisa selamat dengan perantaraan vaksin ini. Vaksin tetanus, rabies, dan lain-lainnya</p>
<p>Demikian yang dapat kami jabarkan, kami tidak memaksa harus mendukung imunisasi. Tetapi silahkan para pembaca yang menilai sendiri. Yang terpenting adalah kami telah menyampaikan cara menyikapi pro dan kontra imunisasi. Kami juga tetap berkeyakinan bahwa pengobatan nabawi adalah yang terbaik, seperti madu, habbatussauda, dan lain-lain. Sehingga jangan ditinggalkan hanya karena sudah diimunisasi.</p>
<p>Semoga bermanfaat bagi kaum muslimin. Kami terbuka untuk berdiskusi karena belum tentu kami yang benar. Kebenaran hanya milik Allah Ta’ala semata.</p>
<p>Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.</p>
<p>Disempurnakan di Lombok, pulau seribu masjid</p>
<p>22 Syawwal 1432 H, Bertepatan  21 September 2011</p>
<p>Penyusun:  dr. Raehanul Bahraen</p>
<p>Semoga Allah meluruskan niat kami dalam menulis.</p>
<p>Muraja’ah:</p>
<p>1. Ustadz Aris Munandar, SS. MA.</p>
<p>Guru agama kami, kami banyak mengambil ilmu agama dari beliau</p>
<p>2. Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, ST.</p>
<p>Senior dan guru bahasa Arab kami, sering membimbing dan menyemangati kami dalam menuntut ilmu agama, beliau adalah mahasiswa Jami’ah Malik Su’ud Riyadh KSA (Master of Chemical Engineering), rutin mengikuti kajian harian Syaikh Sholeh Al Fauzan dan kajian pekanan Syaikh Sa’ad Asy Syatsri.</p>
<p>Editor medis: dr. Muhammad Saifudin Hakim</p>
<p>seorang penulis buku, dosen di Fak. Kedokteran UGM, kakak tingkat kami di Fakultas Kedokteran UGM</p>
<p>sedang menempuh S2 Research Master of Infection and Immunity</p>
<p>di Erasmus University Medical Centre Rotterdam, Netherlands</p>
<p>Semoga Allah menjaganya di sana dan pulang ke Indonesia dengan Ilmu yang dibawa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/obatajaib.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/obatajaib.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/obatajaib.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/obatajaib.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/obatajaib.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/obatajaib.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/obatajaib.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/obatajaib.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/obatajaib.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/obatajaib.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/obatajaib.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/obatajaib.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/obatajaib.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/obatajaib.wordpress.com/373/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=obatajaib.wordpress.com&amp;blog=6286127&amp;post=373&amp;subd=obatajaib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://obatajaib.wordpress.com/2012/01/26/pro-kontra-hukum-imunisasi-dan-vaksinasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">obatajaib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>vaksin</title>
		<link>http://obatajaib.wordpress.com/2012/01/25/vaksinasi-imunisasi/</link>
		<comments>http://obatajaib.wordpress.com/2012/01/25/vaksinasi-imunisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 19:02:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>obatajaib</dc:creator>
				<category><![CDATA[wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[vaksinasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://obatajaib.wordpress.com/?p=364</guid>
		<description><![CDATA[Tanya Jawab Kehalalan dan Keamanan Vaksin Bersama Dr. Soedjatmiko (Satgas Imunisasi Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia) 16 Januari 2012 Saat ini beredar di masyarakat berbagai pertanyaan dan keraguan terkait dengan kehalalan vaksin. Untuk menjawab semua itu, Sekretaris Satgas Imunisasi Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI) Dr. Soedjatmiko akan menjawabnya lewat tanya jawab [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=obatajaib.wordpress.com&amp;blog=6286127&amp;post=364&amp;subd=obatajaib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya Jawab Kehalalan dan Keamanan Vaksin Bersama Dr. Soedjatmiko (Satgas Imunisasi Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia)</p>
<p>16 Januari 2012</p>
<p>Saat ini beredar di masyarakat berbagai pertanyaan dan keraguan terkait dengan kehalalan vaksin. Untuk menjawab semua itu, Sekretaris Satgas Imunisasi Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI) Dr. Soedjatmiko akan menjawabnya lewat tanya jawab sebagai berikut:</p>
<p>Bagaimana cara mencegah wabah, sakit berat, cacat dan kematian akibat penyakit menular pada bayi dan balita ?</p>
<p>Pencegahan umum: berikan ASI eksklusif, makanan pendamping ASI dengan gizi lengkap dan seimbang , kebersihan badan, makanan, minuman, pakaian, mainan, dan lingkungan.</p>
<p>Pencegahan khusus: berikan imunisasi lengkap, karena dalam waktu 4 – 6 minggu setelah imunisasi akan timbul antibodi spesifik yang efektif mencegah penularan penyakit, sehingga tidak mudah tertular, tidak sakit berat, tidak menularkan kepada bayi dan anak lain, sehingga tidak terjadi wabah dan tidak terjadi banyak kematian.</p>
<p>Benarkah imunisasi aman untuk bayi dan balita ?<span id="more-364"></span></p>
<p>Benar. Saat ini 194 negara terus melakukan vaksinasi untuk bayi dan balita. Badan resmi yang meneliti dan mengawasi vaksin di negara tersebut umumnya terdiri atas para dokter ahli penyakit infeksi, imunologi, mikrobiologi, farmakologi, epidemiologi, dan biostatistika. Sampai saat ini tidak ada negara yang melarang vaksinasi, justru semua negara berusaha meningkatkan cakupan imunisasi lebih dari 90% .</p>
<p>Mengapa ada “ilmuwan” menyatakan bahwa imunisasi berbahaya ?</p>
<p>Tidak benar imunisasi berbahaya. “Ilmuwan” yang sering dikutip di buku, tabloid, milis ternyata bukan ahli vaksin, melainkan ahli statistik, psikolog, homeopati, bakteriologi, sarjana hukum, wartawan. sehingga mereka tidak mengerti betul tentang vaksin. Sebagian besar mereka bekerja pada era tahun 1950- 1960, sehingga sumber datanya juga sangat kuno.</p>
<p>Benarkah “ilmuwan kuno” yang sering dikutip buku, tabloid, milis, ternyata bukan ahli vaksin ?</p>
<p>Benar, mereka semua bukan ahli vaksin. Contoh : Dr Bernard Greenberg (biostatistika tahun 1950), DR. Bernard Rimland (Psikolog), Dr. William Hay (kolumnis), Dr. Richard Moskowitz (homeopatik), dr. Harris Coulter, PhD (penulis buku homeopatik, kanker), Neil Z. Miller, (psikolog, jurnalis), WB Clark (awal tahun 1950) , Bernice Eddy (Bakteriologis tahun 1954), Robert F. Kenedy Jr (sarjana hukum) Dr. WB Clarke (ahli kanker, 1950an), Dr. Bernard Greenberg (1957-1959).</p>
<p>Benarkah dokter Wakefield “ahli vaksin”, membuktikan MMR menyebabkan autism ?</p>
<p>Tidak benar. Wakefield juga bukan ahli vaksin, dia dokter spesialis bedah. Penelitian Wakefield tahun 1998 hanya dengan sample 18. Banyak penelitian lain oleh ahli vaksin di beberapa negara menyimpulkan MMR tidak terbukti mengakibatkan autis. Setelah diaudit oleh tim ahli penelitian, terbukti bahwa Wakefield memalsukan data, sehingga kesimpulannya salah. Hal ini telah diumumkan di majalah resmi kedokteran Inggris British Medical Journal Februari 2011.</p>
<p>Benarkah di semua vaksin terdapat zat-zat berbahaya yang dapat merusak otak ?</p>
<p>Tidak benar. Isu itu karena “ilmuwan” tersebut di atas tidak mengerti isi vaksin, manfaat, dan batas keamanan zat-zat di dalam vaksin. Contoh: jumlah total etil merkuri yang masuk ke tubuh bayi melalui vaksin sekitar 2 mcg/kgbb/minggu, sedangkan batas aman menurut WHO adalah jauh lebih banyak (159 mcg/kgbb/minggu). Oleh karena itu vaksin mengandung merkuri dengan dosis yang sangat rendah dan dinyatakan aman oleh WHO dan badan-badan pengawasan lainnya.</p>
<p>Benarkah isu bahwa “semua zat kimia” berbahaya bagi bayi ?</p>
<p>Tidak benar. Isu itu beredar karena penulis buku, tabloid, milis, tidak pernah belajar ilmu kimia. Oksigen, air, nasi, buah, sayur, jahe, kunyit, lengkuas, semua tersusun dari zat-zat kimia. Buktinya oksigen rumus kimianya O2, air H2O, garam NaCl. Buah dan sayur terdiri atas serat selulosa, fruktosa, vitamin, mineral, dll. Telur terdiri dari protein, asam amino, mineral. Itu semua zat kimia, karena ada rumus kimianya. Jadi zat-zat kimia umumnya justru sangat dibutuhkan untuk manusia asal bukan zat yang berbahaya atau dalam takaran yang aman.</p>
<p>Benarkah vaksin terbuat dari nanah, dibiakkan di janin anjing, babi, manusia yang sengaja digugurkan?</p>
<p>Tidak benar. Isu itu bersumber dari “ilmuwan” 50 tahun lalu (tahun 1961-1962). Teknologi pembuatan vaksin berkembang sangat pesat. Sekarang tidak ada vaksin yang terbuat dari nanah atau dibiakkan embrio anjing, babi, atau manusia.</p>
<p>Benarkah vaksin mengandung lemak babi ?</p>
<p>Tidak benar. Hanya sebagian kecil dari vaksin yang pernah bersinggungan dengan tripsin pada proses pengembangan maupun pembuatannya seperti vaksin polio dan meningitis. Pada vaksin meningitis, pada proses penyemaian induk bibit vaksin tertentu 15 – 20 tahun lalu, ketika panen bibit vaksin tersebut bersinggungan dengan tripsin pankreas babi untuk melepaskan induk vaksin dari persemaiannya. Tetapi kemudian induk bibit vaksin tersebut dicuci dan dibersihkan total, sehingga pada vaksin yang disuntikkan tidak mengandung tripsin babi. Atas dasar itu maka Majelis Ulama Indonesia berpendapat vaksin itu boleh dipakai, selama belum ada penggantinya. Contohnya vaksin meningokokus (meningitis) haji diwajibkan oleh Saudi Arabia bagi semua jemaah haji untuk mencegah radang otak karena meningokokus.</p>
<p>Benarkah vaksin yang dipakai di Indonesia buatan Amerika ?</p>
<p>Tidak benar. Vaksin yang digunakan oleh program imunisasi di Indonesia adalah buatan PT Bio Farma Bandung, yang merupakan BUMN, dengan 98,6% karyawannya adalah Muslim. Proses penelitian dan pembuatannya mendapat pengawasan ketat dari ahli-ahli vaksin di BPOM dan WHO. Vaksin-vaksin tersebut juga diekspor ke 120 negara, termasuk 36 negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, seperti Iran dan Mesir.</p>
<p>Benarkah program imunisasi hanya di negara Muslim dan miskin agar menjadi bangsa yang lemah?</p>
<p>Tidak benar. Imunisasi saat ini dilakukan di 194 negara, termasuk negara-negara maju dengan status sosial ekonomi tinggi, dan negara-negara non-Muslim. Kalau imunisasi bisa melemahkan bangsa, maka mereka juga akan lemah, karena mereka juga melakukan program imunisasi, bahkan lebih dulu dengan jenis vaksin lebih banyak. Kenyataanya : bangsa dengan cakupan imunisasi lebih tinggi justru lebih kuat. Jadi terbukti bahwa imunisasi justru memperkuat kekebalan terhadap penyakit infeksi, bukan melemahkan.</p>
<p>Benarkah isu di buku, tabloid dan milis bahwa di Amerika banyak kematian bayi akibat vaksin ?</p>
<p>Tidak benar. Isu itu karena penulis tidak faham data Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) FDA Amerika tahun 1991-1994, yang mencatat 38.787 laporan kejadian ikutan pasca imunisasi, oleh penulis angka tersebut ditafsirkan sebagai angka kematian bayi 1 – 3 bulan. Kalau memang benar angka kematian begitu tinggi tentu FDA AS akan heboh dan menghentikan vaksinasi. Faktanya Amerika tidak pernah meghentikan vaksinasi bahkan mempertahankan cakupan semua imunisasi di atas 90 %. Angka tersebut adalah semua keluhan nyeri, gatal, merah, bengkak di bekas suntikan, demam, pusing, muntah yang memang rutin harus dicatat kalau ada laporan masuk. Kalau ada 38.787 laporan dari 4,5 juta bayi berarti KIPI hanya 0,9 %.</p>
<p>Benarkah isu bahwa banyak bayi balita meninggal pada imunisasi masal campak di Indonesia ?</p>
<p>Tidak benar. Setiap laporan kecurigaan adanya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) selalu dikaji oleh Komnas/Komda KIPI yang terdiri dari pakar-pakar penyakit infeksi, imunisasi, imunologi. Setelah dianalisis dari keterangan keluarga, dokter yang merawat di rumah sakit, hasil pemeriksaan fisik, dan laboratorium, ternyata balita tersebut meninggal karena radang otak, bukan karena vaksin campak. Pada bulan itu ada beberapa balita yang tidak imunisasi campak juga menderita radang otak. Berarti kematian balita tersebut bukan karena imunisasi campak, tetapi karena radang otak.</p>
<p>Demam, bengkak, merah setelah imunisasi membuktikan bahwa vaksin berbahaya?</p>
<p>Tidak berbahaya. Demam, merah, bengkak, gatal di bekas suntikan adalah reaksi wajar setelah vaksin masuk ke dalam tubuh. Seperti rasa pedas dan berkeringat setelah makan sambal adalah reaksi normal tubuh kita. Umumnya keluhan tersebut akan hilang dalam beberapa hari. Boleh diberi obat penurun panas, dikompres. Bila perlu bisa konsul ke petugas kesehatan terdekat.</p>
<p>Benarkah vaksin Program Imunisasi di Indonesia juga dipakai oleh 36 negara Muslim?</p>
<p>Benar. Vaksin yang digunakan oleh program imunisasi di Indonesia adalah buatan PT Biofarma Bandung. Vaksin-vaksin tersebut dibeli dan dipakai oleh 120 negara, termasuk 36 negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam.</p>
<p>Benarkah isu di tabloid, milis, bahwa program imunisasi gagal?</p>
<p>Tidak benar. Isu-isu tersebut bersumber dari data yang sangat kuno (50 – 150 tahun lalu) hanya dari 1 – 2 negara saja, sehingga hasilnya sangat berbeda dengan hasil penelitian terbaru, karena vaksinnya sangat berbeda.</p>
<p>Contoh :</p>
<p>- Isu vaksin cacar variola gagal, berdasarkan data yang sangat kuno, di Inggris tahun 1867 – 1880 dan Jepang tahun 1872-1892. Fakta terbaru sangat berbeda, bahwa dengan imunisasi cacar di seluruh dunia sejak tahun 1980 dunia bebas cacar variola.</p>
<p>- Isu vaksin difteri gagal, berdasarkan data di Jerman tahun 1939. Fakta sekarang: vaksin difteri dipakai di seluruh dunia dan mampu menurunkan kasus difteri hingga 95 %.</p>
<p>- Isu pertusis gagal hanya dari data di Kansas dan Nova Scottia tahun 1986</p>
<p>- Isu vaksin campak berbahaya hanya berdasar penelitian 1989-1991 pada anak miskin berkulit hitam di Meksiko, Haiti dan Afrika</p>
<p>Benarkah program imunisasi gagal, karena setelah diimunisasi bayi balita masih bisa tertular penyakit tersebut ?</p>
<p>Tidak benar program imunisasi gagal. Perlindungan vaksin memang tidak 100%. Bayi dan balita yang telah diimunisasi masih bisa tertular penyakit, tetapi jauh lebih ringan dan tidak berbahaya. Bayi balita yang belum diimunisasi lengkap bila tertular penyakit tersebut bisa sakit berat, cacat atau meninggal.</p>
<p>Benarkah imunisasi bermanfaat mencegah wabah, sakit berat, cacat dan kematian bayi dan balita?</p>
<p>Benar. Badan penelitian di berbagai negara membuktikan bahwa dengan meningkatkan cakupan imunisasi, maka penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi berkurang secara bermakna. Oleh karena itu saat ini program imunisasi dilakukan terus menerus di 194 negara, termasuk negara dengan sosial ekonomi tinggi dan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Semua negara berusaha meningkatkan cakupan agar lebih dari 90 %. Di Indonesia, setelah wabah polio 2005-2006 karena banyak bayi yang tidak diimunisasi polio, maka menyebabkan 305 anak lumpuh permanen. Setelah digencarkan imunisasi polio, sampai saat ini tidak ada lagi kasus polio baru.</p>
<p>Mengapa di Indonesia ada buku, tabloid, milis, yang menyebarkan isu bahwa vaksin berbahaya, tidak effektif, tidak dilakukan di negara maju ?</p>
<p>Karena di Indonesia ada orang-orang yang tidak mengerti tentang vaksin dan imunisasi, hanya mengutip dari “ilmuwan” tahun 1950 -1960 yang ternyata bukan ahli vaksin, atau berdasar data-data 30 – 40 tahun lalu (1970 – 1980an) atau hanya dari 1 sumber yang tidak kuat. Atau dia mengutip Wakefield spesialis bedah, bukan ahli vaksin, yang penelitiannya dibantah oleh banyak tim peneliti lain, dan oleh majalah resmi kedokteran Inggris British Medical Journal Februari 2011 penelitian Wakefield dinyatakan salah alias bohong. Ia hanya berdasar kepada 1 – 2 laporan kasus yang tidak diteliti lebih lanjut secara ilmiah, hanya berdasar logika biasa.</p>
<p>Bagaimana orangtua harus bersikap terhadap isu-isu tersebut?</p>
<p>Sebaiknya semua bayi dan balita diimunisasi secara lengkap. Saat ini 194 negara di seluruh dunia yakin bahwa imunisasi aman dan bermanfaat mencegah wabah, sakit berat, cacat, dan kematian pada bayi dan balita. Terbukti 194 negara tersebut terus menerus melaksanakan program imunisasi, termasuk negara dengan sosial ekonomi tinggi dan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dengan cakupan umumnya lebih dari 85 %.</p>
<p>Badan penelitian di berbagai negara membuktikan kalau semakin banyak bayi balita tidak diimunisasi akan terjadi wabah, sakit berat, cacat atau mati. Hal ini telah terbukti di Indonesia, di mana wabah polio merebak pada tahun 2005-2006 (305 anak lumpuh permanen), wabah campak 2009 – 2010 (5.818 anak dirawat di RS, meninggal 16), dan wabah difteri 2010-2011 (816 anak di rawat di RS, 56 meninggal).</p>
<p>Bisakah ASI, gizi, dan suplemen herbal menggantikan imunisasi ?</p>
<p>Tidak ada satupun badan penelitian di dunia yang menyatakan bisa, karena kekebalan yang dibentuk sangatlah berbeda. ASI, gizi, suplemen herbal, kebersihan, hanya memperkuat pertahanan tubuh secara umum, karena tidak membentuk kekebalan spesifik terhadap kuman tertentu. Kalau jumlah kuman banyak dan ganas, perlindungan umum tidak mampu melindungi bayi, sehingga masih bisa sakit berat, cacat atau bahkan mati.</p>
<p>Imunisasi merangsang pembentukan antibodi dan kekebalan seluler yang spesifik terhadap kuman-kuman atau racun kuman tertentu, sehingga bekerja lebih cepat, efektif, dan efisien untuk mencegah penularan penyakit yang berbahaya.</p>
<p>Bolehkah selain diberikan imunisasi, ditambah dengan suplemen gizi dan herbal?</p>
<p>Boleh. Selain diberi imunisasi, bayi harus diberi ASI eksklusif, makanan pendamping ASI dengan gizi lengkap dan seimbang, kebersihan badan, makanan, minuman, pakaian, mainan, dan lingkungan. Suplemen diberikan sesuai kebutuhan individual yang bervariasi. Selain itu bayi harus diberikan kasih sayang dan stimulasi bermain untuk mengembangkan kecerdasan, kreatifitas dan perilaku yang baik.</p>
<p>Benarkah bayi dan balita yang tidak diimunisasi lengkap rawan tertular penyakit berbahaya ?</p>
<p>Benar. Banyak penelitian imunologi dan epidemiologi di berbagai membuktikan bahwa bayi balita yang tidak diimunisasi lengkap tidak mempunyai kekebalan spesifik terhadap penyakit-penyakit berbahaya. Mereka mudah tertular penyakit tersebut, akan menderita sakit berat, menularkan ke anak-anak lain, menyebar luas, terjadi wabah, menyebabkan banyak kematian dan cacat.</p>
<p>Benarkah wabah akan terjadi bila banyak bayi dan balita tidak diimunisasi ?</p>
<p>Benar. Itu sudah terbukti di beberapa negara Asia, Afrika dan di Indonesia.</p>
<p>Contoh: wabah polio 2005-2006 di Sukabumi karena banyak bayi balita tidak diimunisasi polio, dalam hitungan beberapa bulan, virus polio menyebar cepat ke Banten, Lampung, Madura, menyebabkan 305 anak lumpuh permanen.</p>
<p>Wabah campak di Jawa Tengah dan Jawa Barat 2010-2011 mengakibatkan 5.818 anak dirawat di rumah sakit dan 16 anak di antaranya meninggal dunia.</p>
<p>Wabah difteri dari Jawa Timur 2009 – 2011 menyebar ke Kalimantan Timur, Selatan, Tengah, Barat, DKI Jakarta, menyebabkan 816 anak harus di rawat di rumah sakit, 54 meninggal.</p>
<p>*Penulis adalah :</p>
<p>1. Ketua III Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia 2002-2008<br />
2. Sekretaris Satgas Imunisasi Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI).<br />
3. Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang – Pediatri Sosial, Magister Sains Psikologi Perkembangan.</p>
<p>Editor: Ella Syafputri</p>
<p>COPYRIGHT © 2012</p>
<p>Artikel: AntaraNews.com publish kembali oleh Moslemsunnah.Wordpress.com</p>
<p>http://moslemsunnah.wordpress.com/2012/01/16/tanya-jawab-kehalalan-dan-keamanan-vaksin-bersama-dr-soedjatmiko-satgas-imunisasi-pengurus-pusat-ikatan-dokter-anak-indonesia/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/obatajaib.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/obatajaib.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/obatajaib.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/obatajaib.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/obatajaib.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/obatajaib.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/obatajaib.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/obatajaib.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/obatajaib.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/obatajaib.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/obatajaib.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/obatajaib.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/obatajaib.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/obatajaib.wordpress.com/364/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=obatajaib.wordpress.com&amp;blog=6286127&amp;post=364&amp;subd=obatajaib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://obatajaib.wordpress.com/2012/01/25/vaksinasi-imunisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">obatajaib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PAP SMEAR</title>
		<link>http://obatajaib.wordpress.com/2011/02/28/pap-smear/</link>
		<comments>http://obatajaib.wordpress.com/2011/02/28/pap-smear/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Feb 2011 02:56:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>obatajaib</dc:creator>
				<category><![CDATA[wawasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://obatajaib.wordpress.com/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[PAP SMEAR ( TES PAP ) Sudah pernah dengar tentang Tes ini ? ,kalau belum ikuti aja tulisan ini , Tes ini penting untuk Wanita terutama yang telah bekeluarga dan sudah pernah melahirkan. Gelas Objek dilihat dibawah mikroskop Demikianlah penelitian membuktikan bahwa wa- nita yang banyak melahirkan , rokok ,mitra sex yang multipel mempunyai resiko [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=obatajaib.wordpress.com&amp;blog=6286127&amp;post=345&amp;subd=obatajaib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PAP SMEAR </p>
<p>( TES PAP )<br />
Sudah pernah dengar tentang Tes ini ? ,kalau belum ikuti aja tulisan<br />
ini , Tes ini penting untuk Wanita terutama yang telah bekeluarga dan<br />
sudah pernah melahirkan.</p>
<p>Gelas Objek dilihat dibawah mikroskop </p>
<p>Demikianlah penelitian membuktikan bahwa wa-<br />
nita yang banyak melahirkan , rokok ,mitra sex<br />
yang multipel mempunyai resiko yang tinggi<br />
untuk terkena KANKER SERVIKS atau dikenal<br />
juga dengan Kanker Mulut Rahim.<span id="more-345"></span></p>
<p>Apa Hubungannya dengan TES PAP ..?<br />
Nah&#8230;Tes PAP ini adalah salah satu cara untuk mendeteksi terjadinya<br />
perubahan sel SERVIKS / Mulut Rahim dari sel Normal menjadi sel<br />
yang Ganas ..! </p>
<p>Dengan tes PAP ini ,maka perubahan dini dari sel normal menjadi sel<br />
yang Ganas dapat diketahui.</p>
<p>CARANYA<br />
Gampang kamu datang aja kedokter KANDUNGAN atau Kebagian<br />
Kebidanan disuatu Rumah Sakit.<br />
Setelah itu kamu akan dipersilakan berbaring ditempat pemeriksaan<br />
dengan maksud kamu akan dilakukan pemeriksaan dalam.<br />
Yaitu dokter akan melakukan pembukaan VAGINA dengan alat Khu-<br />
sus sehingga Mulut Rahim akan terlihat dengan jelas oleh Dokter.<br />
Dengan bantuan alat atau tangkai pengusap atau yang disebut de-<br />
ngan SPATULA dokter akan mengambil / mengusap sekeliling SER-<br />
VIKS dengan maksud untuk mengambil getah atau lendir yang terda-<br />
pat pada seputar SERVIKS atau Mulut Rahim.<br />
Getah atau cairan SERVIKS yang banyak mengadung sel itu kemudi-<br />
an di oleskan pada gelas objek dan difiksasi dengan cairan khusus<br />
atau dengan Alkohol 95 % </p>
<p>Kemudian Gelas objek ini di Laboratorium akan dilihat dibawah Mikros<br />
kop&#8230;. apakah <!--more-->ada sel-sel yang berbahaya </p>
<p>Tes Pap ini sangat dianjurkan untuk dilakukan setiap un-<br />
tuk setiap tahun pada Wanita yang sudah berkeluarga<br />
teutama pada wanita yang sudah melahirkan</p>
<p>HASILNYA .<br />
- NEGATIF &gt; artinya tidak ditemukan sel-sel yang berbahaya ..!<br />
- DISPLASIA &gt; ditemukan sel yang menunjukkan perubahan sifat<br />
yang dapat mengarah ke KEGANASAN ,untuk<br />
itu perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan BIOPSI.<br />
- POSITIF &gt; ditemukan sel GANAS</p>
<p>Harus dilakukan BIOPSI untuk memastikan Diagnosa. </p>
<p>http://nusaindah.tripod.com/tipspapsmear.htm</p>
<p>PAP SMEAR</p>
<p>nusaindah.tripod.com<br />
===================================================<br />
Pap Smear bagi Wanita, Perlukah?</p>
<p>Sabtu, 1 Mei 2010 &#8211; 09:10 wib<br />
Detail Berita<br />
Wanita yang sudah berhubungan seks sebaiknya melakukan pap smear (Foto: Ist)<br />
&#8230;<br />
PAPANIKOLAOU test atau pap smear adalah metode screening ginekologi merupakan pemeriksaan leher rahim (serviks) menggunakan alat yang dinamakan speculum dan dilakukan oleh bidan ataupun ahli kandungan. Pemeriksaan ini untuk mengetahui adanya HPV ataupun sel karsinoma penyebab Kanker Leher Rahim.</p>
<p>&#8220;Pap smear penting pada semua perempuan yang sudah pernah melakukan hubungan seksual!&#8221; tegas Dr dr Dwiana Ocviyanti SpOG (K), Spesialis kebidanan dan kandungan dari FK UI–RSCM, Jakarta.</p>
<p>&#8220;Perempuan yang sudah melakukan kontak hubungan seksual selama tiga tahun dari kontak seksual pertama kali WAJIB melakukan pap smear,&#8221; sambung dokter yang biasa disapa dr Ovy ini.</p>
<p>Lantas, seperti apakah pap smear itu?</p>
<p>Deteksi Dini Kanker Serviks</p>
<p>Pap smear atau Pap Test adalah tes spesifik yang digunakan dan ditujukan untuk mendeteksi dini kanker leher rahim/kanker serviks.</p>
<p>Mengapa pap smear menjadi salah satu pemeriksaan yang penting untuk perempuan yang telah aktif secara seksual? Pasalnya, aktivitas seksual merupakan salah satu predisposisi kanker serviks.</p>
<p>Pap smear memang hanya merupakan metoda skrining yang fungsinya untuk menapis. Walau begitu, pap smear mampu mendeteksi lebih dari 90 persen kanker leher rahim tahap awal yang masih bisa disembuhkan.</p>
<p>&#8220;Kanker leher rahim pada stadium awal tidak ada gejala, apalagi lesi prakanker yang sama sekali tidak bergejala,&#8221; ungkap dr Ovy.</p>
<p>Yup, perjalanan penyakit ini hingga disebut penyakit dapat diibaratkan seperti pergerakan siput karena pertumbuhannya yang lambat, membutuhkan waktu sekitar 10 sampai 20 tahun menuju kanker dan selama masa itu hampir tidak ada gejala yang ditimbulkan.</p>
<p>Cara Kerja</p>
<p>Pap smear dianjurkan dilakukan minimal satu kali dalam satu tahun. Dijelaskan oleh dr Ovy, pap smear dilakukan di atas meja ginekologi oleh seorang dokter atau bidan terlatih. Pemeriksaan dalam ini menggunakan alat yang disebut spekulum yang berfungsi untuk membuka liang vagina.</p>
<p>Sesudah dibuka lalu pemeriksa akan mengambil cairan leher rahim menggunakan suatu alat yang disebut spatula dan suatu sikat kecil yang halus. Cairan dari serviks kemudian dioles pada object glass dan dibawa ke laboratorium untuk proses dan membutuhkan waktu sekira 3–7 hari hingga &#8220;dibaca&#8221; oleh seorang ahli patologi.</p>
<p>Kemudian, dari hasil pemeriksaan bisa diketahui apakah sel-sel leher rahim yang tampak itu normal atau sudah menunjukkan tanda-tanda tidak normal.</p>
<p>Belum Tentu Kanker</p>
<p>Bila ternyata terdapat sel tidak normal, apakah itu positif kanker serviks? Tidak!</p>
<p>&#8220;Jangan dulu panik, karena dari 80 persen sel yang tidak normal belum tentu kanker, bisa disebabkan oleh virus yang terinfeksi atau karena peradangan sebab lain,&#8221; dr Ovy menenangkan.</p>
<p>Nah, jika dilihat dari perbandingan, mungkin hanya sekitar 10 persen hasil pap smear yang bermasalah.</p>
<p>&#8220;Dari seluruh hasil pap smear yang menunjukkan masalah, hanya sekitar satu persen saja yang berpotensi untuk menjadi kanker serviks,&#8221; katanya.</p>
<p>Faktor Risiko Tinggi</p>
<p>Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko menderita kanker serviks yang dikenal dengan faktor risiko tinggi, yakni perempuan yang telah berhubungan seksual di usia muda (kurang dari usia 21 tahun) atau melahirkan di usia muda, berganti-ganti pasangan seksual, mempunyai banyak anak, perempuan yang merokok atau menjadi perokok pasif.</p>
<p>&#8220;Tapi tidak berarti tanpa faktor risiko ini seorang perempuan tidak dapat terkena kanker serviks, loh!,&#8221; papar dr Ovy.</p>
<p>Ya, harus dibuang jauh-jauh pemikiran bahwa hanya perempuan yang berisiko tinggi saja yang perlu melakukan pap smear. Karena kenyataannya kanker serviks dapat terjadi pada siapa saja.</p>
<p>&#8220;Banyak perempuan yang tidak memiliki keluhan lalu merasa tidak perlu melakukan pap smear. Sebenarnya itu salah, justru yang tidak ada keluhan dan merasa baik-baik saja wajib hukumnya melakukan pap smear. Jangan sampai nanti mereka datang untuk melakukan pap smear ternyata kankernya sudah stadium lanjut. Lebih baik mencegah daripada mengobati,&#8221; terang dr Ovy serius.</p>
<p>Penting Saat Akan Melakukan Pap Smear</p>
<p>Jika Anda ingin melakukan pap smear, ada beberapa hal yang sepertinya sepele tapi ternyata perlu dihindari karena akan memengaruhi keakuratan hasil pemeriksaan, antara lain:</p>
<p>1. Tidak boleh sedang haid atau ada perdarahan. Jika ingin melakukan pap smear sebaiknya tiga hari sesudah haid selesai.<br />
2. Tidak boleh berhubungan seksual walaupun menggunakan kondom sekalipun, minimal tiga hari terhitung 3&#215;24 jam.<br />
3. Tidak boleh memakai douch, cairan pembersih vagina, sabun sirih atau antiseptik sejenisnya yang dimasukkan ke dalam vagina (bila sekadar untuk membersihkan daerah bagian luar vagina atau untuk cebok diperbolehkan).<br />
4. Tidak sedang hamil. Jika hendak pap smear sebaiknya dilakukan dua atau tiga bulan setelah melahirkan. Pada masa ini, umumnya darah nifas atau cairan pada masa nifas sudah tidak ada. Ibu juga lebih siap untuk melakukan pemeriksaan dalam.</p>
<p>Di Mana dan Berapa?</p>
<p>Pap smear bisa dilakukan oleh dokter kandungan dan bidan terlatih, baik di puskesmas sampai rumah sakit besar. Mengenai harga sangat bervariasi, jika dilakukan di puskesmas atau rumah sakit yang mendapatkan subsidi dari pemerintah biaya berkisar Rp50 ribu–Rp75 ribu.</p>
<p>4 Fakta Penting!</p>
<p>1. Perempuan yang termasuk faktor risiko tinggi tetap hanya dianjurkan melakukan pap smear satu tahun sekali, KECUALI bila didapatkan sebelumnya hasil pemeriksaan yang abnormal, maka dianjurkan untuk melakukan pap smear lebih sering sesuai saran dokter kandungan.<br />
2. Wanita yang sudah diangkat kandungannya tanpa disertai pengangkatan mulut rahim tetap disarankan melakukan pap smear setahun sekali.<br />
3. Wanita menopause tetap berisiko menderita kanker serviks, sedangkan mereka yang sudah dioperasi amat tergantung jenis operasi yang dikerjakan, bila masih ada leher rahimnya tetap berisiko untuk kanker serviks dan harus pap smear.<br />
4. Mereka yang sudah berusia 67 tahun bahkan baru boleh berhenti pap smear bila dua tahun berturut turut sebelumnya hasil pap smear-nya normal.<br />
(Mom&amp; Kiddie//nsa)</p>
<p>http://lifestyle.okezone.com/read/2010/04/28/27/327338/pap-smear-bagi-wanita-perlukah</p>
<p>=====================================================<br />
 Pemeriksaan rutin papsmear, bermanfaat bagi perempuan karena sejak dini dapat diketahui kemungkinan terserang kanker leher rahim, sehingga lebih memudahkan terapi. “Umumnya perempuan yang mengalami kanker leher rahim ditemukan sudah stadium lanjut sehingga sulit penyembuhannya, kalau diketahui sejak dini relatif lebih mudah penyembuhannya (kutipan dr http://www.resep.web.id/kesehatan/papsmear-masih-awam-di-kalangan-perempuan-indonesia.htm)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/obatajaib.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/obatajaib.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/obatajaib.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/obatajaib.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/obatajaib.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/obatajaib.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/obatajaib.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/obatajaib.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/obatajaib.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/obatajaib.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/obatajaib.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/obatajaib.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/obatajaib.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/obatajaib.wordpress.com/345/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=obatajaib.wordpress.com&amp;blog=6286127&amp;post=345&amp;subd=obatajaib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://obatajaib.wordpress.com/2011/02/28/pap-smear/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">obatajaib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RESEP PENGOBATAN MURAH MERIAH MELAWAN THYPUS</title>
		<link>http://obatajaib.wordpress.com/2011/02/12/resep-pengobatan-murah-meriah-melawan-thypus/</link>
		<comments>http://obatajaib.wordpress.com/2011/02/12/resep-pengobatan-murah-meriah-melawan-thypus/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 01:11:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>obatajaib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bawang putih]]></category>
		<category><![CDATA[herbal]]></category>
		<category><![CDATA[madu]]></category>
		<category><![CDATA[obat thypus]]></category>
		<category><![CDATA[susu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://obatajaib.wordpress.com/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[Bahan: -Bawang putih -Susu(susu bubuk boleh tapi susu segar lebih baik) -Minyak zaitun(sekarang tidak hanya di peroleh di toko oleh2 haji, kosmetika, maupun toko obat herbal tapi juga di supermarket) Cara penggunaan 1.Potong-potong 3 siung bawang putih. Campurkan susu panas yang dicampur dalam madu. Minum sebelum tidur. 2.Oleskan minyak bawang putih yang dicampur minyak zaitun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=obatajaib.wordpress.com&amp;blog=6286127&amp;post=341&amp;subd=obatajaib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bahan:<br />
-Bawang putih<br />
-Susu(susu bubuk boleh tapi susu segar lebih baik)<br />
-Minyak zaitun(sekarang tidak hanya di peroleh di toko oleh2 haji, kosmetika, maupun toko obat herbal tapi juga di supermarket)</p>
<p>Cara penggunaan<br />
1.Potong-potong 3 siung bawang putih. Campurkan susu panas yang dicampur dalam madu. Minum sebelum tidur.<br />
2.Oleskan minyak bawang putih yang dicampur minyak zaitun ketulang belakang dengan ujung jari-jari anda.<br />
3.Di pagi hari hiruplah uap bawang putih selama lima menit. </p>
<p>(Mukjizat Kesembuhan, abdul Fida&#8217; Izat Arif, Thibia,Mei 2010, bab Bawang putih)</p>
<p>Kenapa bawang putih bisa mengobati Thypus? Karena Bawang putih dapat berfungsi sebagi antibiotik alami.Sehingga dapat mebersihkan darah dan perut dari segala kuman penyakit, baik parasit maupun bakteri</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/obatajaib.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/obatajaib.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/obatajaib.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/obatajaib.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/obatajaib.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/obatajaib.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/obatajaib.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/obatajaib.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/obatajaib.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/obatajaib.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/obatajaib.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/obatajaib.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/obatajaib.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/obatajaib.wordpress.com/341/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=obatajaib.wordpress.com&amp;blog=6286127&amp;post=341&amp;subd=obatajaib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://obatajaib.wordpress.com/2011/02/12/resep-pengobatan-murah-meriah-melawan-thypus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">obatajaib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>maaf</title>
		<link>http://obatajaib.wordpress.com/2010/10/15/maaf/</link>
		<comments>http://obatajaib.wordpress.com/2010/10/15/maaf/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Oct 2010 16:16:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>obatajaib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://obatajaib.wordpress.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[assalamualaikum maaf utk sementara, pemilik blog ini pasif dl dr blog obatajaib karena sedang punya bayi.trimakasih atas kunjungannya.wassalamualaikum. &#8211;ummu sakiinah&#8211;.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=obatajaib.wordpress.com&amp;blog=6286127&amp;post=297&amp;subd=obatajaib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum<br />
maaf utk sementara, pemilik blog ini pasif dl dr blog obatajaib karena sedang punya bayi.trimakasih atas kunjungannya.wassalamualaikum.<br />
&#8211;ummu sakiinah&#8211;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/obatajaib.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/obatajaib.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/obatajaib.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/obatajaib.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/obatajaib.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/obatajaib.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/obatajaib.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/obatajaib.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/obatajaib.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/obatajaib.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/obatajaib.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/obatajaib.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/obatajaib.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/obatajaib.wordpress.com/297/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=obatajaib.wordpress.com&amp;blog=6286127&amp;post=297&amp;subd=obatajaib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://obatajaib.wordpress.com/2010/10/15/maaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">obatajaib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>habbatussauda</title>
		<link>http://obatajaib.wordpress.com/2010/08/15/habbats/</link>
		<comments>http://obatajaib.wordpress.com/2010/08/15/habbats/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 22:03:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>obatajaib</dc:creator>
				<category><![CDATA[habbatussauda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://obatajaib.wordpress.com/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[HabbatS adalah produk yang 100% obat alami yang kami persembahkan sebagai obat alternatif untuk kesehatan keluarga Anda. Semua produk HabbatS insyaAllah terjamin kualitasnya karena &#8211; sudah memiliki sertifikat Halal MUI [Majelis Ulama Indonesia] &#8211; telah memiliki sertifikasi dari Departemen Kesehatan RI &#8211; terdaftar di Badan POM [Pengawasan Obat dan Makanan] RI serta &#8212; merk terdaftar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=obatajaib.wordpress.com&amp;blog=6286127&amp;post=321&amp;subd=obatajaib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="habbats" src="http://www.habbats.com/wp-content/uploads/habbats-product-all.jpg" title="produk" class="aligncenter" width="376" height="187" /></p>
<p>HabbatS adalah produk yang 100% obat alami yang kami persembahkan sebagai obat alternatif untuk kesehatan keluarga Anda.<span id="more-321"></span> </p>
<p>Semua produk HabbatS insyaAllah terjamin kualitasnya karena<br />
&#8211; sudah memiliki sertifikat Halal MUI [Majelis Ulama Indonesia]<br />
&#8211; telah memiliki sertifikasi dari Departemen Kesehatan RI<br />
&#8211; terdaftar di Badan POM [Pengawasan Obat dan Makanan] RI serta &#8212; merk terdaftar di Dirjen Merk dan Paten Departemen Kehakiman RI</p>
<p>*HabbatS adalah sebuah nama untuk produk habbatussauda / jintan hitam dan madu kualitas No. 1 ! </p>
<p>Beberapa keistimewaan Habbats:<br />
1. Terbuat dari habbatussauda jenis Habbasy<br />
yang merupakan salah satu habbatussauda terbaik dunia<br />
 2. Minyak Habbatus sauda diproses dengan mesin teknologi tinggi, cold pressing sehingga kandungan-kandungan zat bermanfaat yang terdapat di dalam habbatussauda tidak rusak.<br />
3. Menggunakan plastik kapsul yang terbuat dari bahan tumbuhan (v-cap) yang berkualitas tinggi dan dijamin kehalalannya.<br />
 4. Menggunakan Minyak Zaitun dari Tursina.<br />
5. Produk HabbatS Honey adalah madu asli Arab-Mesir yang didapatkan dari lebah penghisap madu bunga habbatus sauda, sehingga mengandung khasiat madu dan habbatussauda sekaligus.<br />
6. Harga murah karena walaupun bahan dasar diimpor, tetapi diproduksi langsung di Indonesia (produksi dalam negeri).<br />
 7. Dikemas dengan kemasan higienis dan eksklusif<br />
 8. Produk HabbatS telah memiliki :<br />
*sertifikasi dari Departemen Kesehatan RI<br />
*teregistrasi di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)<br />
*merk terdaftar di Dirjen Merk dan Paten Departemen Kehakiman RI<br />
 9. Produk HabbatS sudah memiliki :<br />
*sertifikat halal dari MUI dengan nomor MUI-JB 01173000170907 </p>
<p>Habbatussauda atau jintan hitam adalah obat herbal alami yang terbukti dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit antara lain:<br />
- migrain                                            &#8211; TBC<br />
- radang sendi                                    &#8211; maag (sistem pencernaan)<br />
- bau mulut                                        &#8211; insomnia<br />
- radang tenggorokan                           &#8211; paru-paru kronis<br />
- meningkatkan ASI                              &#8211; sesak nafas<br />
- migran                                             &#8211; asthma<br />
- exim                                                &#8211; stroke<br />
- berbagai alergi                                   &#8211; menurunkan kolesterol<br />
- asam urat                                        &#8211; darah tinggi<br />
- nyeri pada persendian                        &#8211; darah rendah<br />
- gangguan jantung                             &#8211; anemia<br />
- batu empedu                                    &#8211; kanker<br />
- gangguan ginjal                                 &#8211; reumatik<br />
- liver                                                &#8211; epilepsi<br />
- kencing manis                                   &#8211; berbagai penyakit lainnya</p>
<p> Habbatussauda sudah dipakai oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu, dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam.&#8221;Gunakanlah habbatussauda karena di dalamnya terdapat obat untuk segala macam penyakit, kecuali maut. (HR. Bukhori Muslim).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/obatajaib.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/obatajaib.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/obatajaib.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/obatajaib.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/obatajaib.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/obatajaib.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/obatajaib.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/obatajaib.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/obatajaib.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/obatajaib.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/obatajaib.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/obatajaib.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/obatajaib.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/obatajaib.wordpress.com/321/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=obatajaib.wordpress.com&amp;blog=6286127&amp;post=321&amp;subd=obatajaib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://obatajaib.wordpress.com/2010/08/15/habbats/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">obatajaib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.habbats.com/wp-content/uploads/habbats-product-all.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">produk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>amandel</title>
		<link>http://obatajaib.wordpress.com/2010/08/12/amandel/</link>
		<comments>http://obatajaib.wordpress.com/2010/08/12/amandel/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 15:32:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>obatajaib</dc:creator>
				<category><![CDATA[amandel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://obatajaib.wordpress.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[3 hari yg lalu penyakit amandel saya kumat,setelah sekian lama tdk kumat, terakhir kumat waktu SD. Yang saya rasakan ketika kumat adalah susah menelan,demam tinggi + kedinginan,telinga gatal. lalu di obati dg jus nanas, habattussauda,madu,sari kurma,herbal lamandel&#8230;minum air hangat alhamdulillah 4 hari sembuh.keterangan ttg serba serbi penyakit amandel insyaAllah menyusul.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=obatajaib.wordpress.com&amp;blog=6286127&amp;post=275&amp;subd=obatajaib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>3 hari yg lalu penyakit amandel saya kumat,setelah sekian lama tdk kumat, terakhir kumat waktu SD. Yang saya rasakan ketika kumat adalah  susah menelan,demam tinggi + kedinginan,telinga gatal. lalu di obati dg jus nanas, habattussauda,madu,sari kurma,herbal lamandel&#8230;minum air hangat alhamdulillah 4 hari sembuh.keterangan ttg serba serbi penyakit amandel insyaAllah menyusul.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/obatajaib.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/obatajaib.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/obatajaib.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/obatajaib.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/obatajaib.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/obatajaib.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/obatajaib.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/obatajaib.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/obatajaib.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/obatajaib.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/obatajaib.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/obatajaib.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/obatajaib.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/obatajaib.wordpress.com/275/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=obatajaib.wordpress.com&amp;blog=6286127&amp;post=275&amp;subd=obatajaib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://obatajaib.wordpress.com/2010/08/12/amandel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">obatajaib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sapa salam saya setelah sekian lama</title>
		<link>http://obatajaib.wordpress.com/2010/08/07/sapa-salam-saya-setelah-sekian-lama/</link>
		<comments>http://obatajaib.wordpress.com/2010/08/07/sapa-salam-saya-setelah-sekian-lama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2010 23:33:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>obatajaib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://obatajaib.wordpress.com/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[bismillahirrahmanirrohim assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh lama saya tak mengisi blog ini&#8230; alhamdulillah skarang bisa mengisi kembali. saya ucapkan jazaakumullahu khairan atas pengunjung blog ini, semoga Allah membalas kebaikkan2 kalian dengan kebaikkan yg lebih baik pula. penutup semoga Allah selalu memberkahi dan melindungi kesehatan,hidup-mati kita semua amiin. wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ummu sakiinah-mawaddah yogyakarta ahad,8 agustus 2010 pukul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=obatajaib.wordpress.com&amp;blog=6286127&amp;post=273&amp;subd=obatajaib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>bismillahirrahmanirrohim</p>
<p>assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh</p>
<p>lama saya tak mengisi blog ini&#8230;<br />
alhamdulillah skarang bisa mengisi kembali.</p>
<p>saya ucapkan jazaakumullahu khairan atas pengunjung blog ini, semoga Allah membalas kebaikkan2 kalian dengan kebaikkan yg lebih baik pula.</p>
<p>penutup semoga Allah selalu memberkahi dan melindungi kesehatan,hidup-mati kita semua amiin.</p>
<p>wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh</p>
<p>ummu sakiinah-mawaddah<br />
yogyakarta ahad,8 agustus 2010<br />
pukul 6.33 pagi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/obatajaib.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/obatajaib.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/obatajaib.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/obatajaib.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/obatajaib.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/obatajaib.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/obatajaib.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/obatajaib.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/obatajaib.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/obatajaib.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/obatajaib.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/obatajaib.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/obatajaib.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/obatajaib.wordpress.com/273/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=obatajaib.wordpress.com&amp;blog=6286127&amp;post=273&amp;subd=obatajaib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://obatajaib.wordpress.com/2010/08/07/sapa-salam-saya-setelah-sekian-lama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">obatajaib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sakit dan pengampunan dosa</title>
		<link>http://obatajaib.wordpress.com/2009/07/01/sakit-dan-pengampunan-dosa/</link>
		<comments>http://obatajaib.wordpress.com/2009/07/01/sakit-dan-pengampunan-dosa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 13:13:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>obatajaib</dc:creator>
				<category><![CDATA[fatwa kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://obatajaib.wordpress.com/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan : Apakah benar penyakit yang menimpa ayah saya sebagai tanda bahwa Allah mencintainya sebagaimana sabda Rosulullah : &#8220;Sesungguhnya Allah jika mencintai seorang hamba maka Dia akan menimpakan padanya musibah&#8221; Walaupun selama ini ayah saya tidak sholat. Dan apakah benar penyakitnya tersebut akan meringankan dosanya? jawaban: &#8220;Setiap mukmin yang ditimpa musibah berupa penyakit atau hal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=obatajaib.wordpress.com&amp;blog=6286127&amp;post=271&amp;subd=obatajaib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan :</p>
<p>Apakah benar penyakit yang menimpa ayah saya sebagai tanda bahwa Allah mencintainya sebagaimana sabda Rosulullah :</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Allah jika mencintai seorang hamba maka Dia akan menimpakan padanya musibah&#8221;</p>
<p>Walaupun selama ini ayah saya tidak sholat. Dan apakah benar penyakitnya tersebut akan meringankan dosanya?</p>
<p>jawaban:<span id="more-271"></span> &#8220;Setiap mukmin yang ditimpa musibah berupa penyakit atau hal lain yang dideritanya , maka Allah akan menghapuskan kesalahan2 nya dengan musibah tersebut. Sabda Rosulullah:</p>
<p>&#8220;Tidaklah setiap musibah yang menimpa seorang muslim kecuali Allah menghapuskan (dosa2nya) darinya hingga duri yang menusuknya.&#8221; ( HR bukhari, muslim dan Ahmad)</p>
<p>juga sabda Rosulullah:<br />
&#8221; Sesungguhnya besarnya balasan akan didapatkan bersamaan dengan besarnya ujian yang menimpa. Apabila Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan mengujinya. Jika mereka ridha dengan ujian tersebut maka Allah akan ridha terhadap mereka. Tapi jika mereka marah dengan ujian tersebut maka Allah akan marah juga kepada mereka.&#8221; ( HR. turmudzy)&#8221;</p>
<p>Hal di atas akan berlaku apabila yang di timpa musibah tersebut adalah seorang muslim. Adapun kafir, maka musibah yang akan menimpa mereka merupakan azab yang disegerakan terhadap mereka . Pendapat ulama yang paling kuat mengatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat di kategorikan sebagai orang kafir. Jadi yang mereka terima adalah azab bukan ujian. </p>
<p>&#8211;kumpulan fatwa majelis ulama kerajaan arab saudi , vol 14.&#8211;</p>
<p>**diketik ulang oleh ummu sakiinah utk blog obat@jaib http://obatajaib.wordpress.com; dari buku kumpulan fatwa kesehatan wanita yang dikumpulkan+ disusun oleh Abu Abdurrahman al-MAshriy Sayid bin Ahmad Abu Yusuf, penerbit Gazaamedia**jogya jam 20.20 WIB/ rabu / 1 juli 2009**</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/obatajaib.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/obatajaib.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/obatajaib.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/obatajaib.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/obatajaib.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/obatajaib.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/obatajaib.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/obatajaib.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/obatajaib.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/obatajaib.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/obatajaib.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/obatajaib.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/obatajaib.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/obatajaib.wordpress.com/271/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=obatajaib.wordpress.com&amp;blog=6286127&amp;post=271&amp;subd=obatajaib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://obatajaib.wordpress.com/2009/07/01/sakit-dan-pengampunan-dosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">obatajaib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sunnah Qoiluulah ( Tidur siang )</title>
		<link>http://obatajaib.wordpress.com/2009/06/26/sunnah-qoiluulah-tidur-siang/</link>
		<comments>http://obatajaib.wordpress.com/2009/06/26/sunnah-qoiluulah-tidur-siang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 15:11:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>obatajaib</dc:creator>
				<category><![CDATA[tidur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://obatajaib.wordpress.com/2009/06/26/sunnah-qoiluulah-tidur-siang/</guid>
		<description><![CDATA[Sunnah Qoiluulah ( Tidur siang ) Tidur di pagi hari adalah perkara yang dibenci . Sebaliknya, tidur siang adalah amalan sunnah yang dianjurkan, disamping hal itu baik untuk kesehatan. Tidur siang ini juga dilakukan untuk menyelisihi setan yang tidak tidur siang. Disisi lain, tidur siang juga sangat membantu kita agar bisa bangun di malam hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=obatajaib.wordpress.com&amp;blog=6286127&amp;post=263&amp;subd=obatajaib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sunnah Qoiluulah ( Tidur siang )</p>
<p>Tidur di pagi hari adalah perkara yang dibenci . Sebaliknya, tidur siang adalah amalan sunnah yang dianjurkan, disamping hal itu baik untuk kesehatan. Tidur siang ini juga dilakukan untuk menyelisihi setan yang tidak tidur siang. Disisi lain, tidur siang juga sangat membantu kita agar bisa bangun di malam hari mengerjakan shalat malam.<span id="more-263"></span><br />
	Rosulullah shallallahu alaihi wassalam telah bersabda:&#8221;Tidur sianglah, karena setan- setan tidak tidur siang&#8221;.(Dishahihkan oleh Al-albani dalam silsilah Ahaadist shahihah (1647).<br />
	Khawaat bin Jubeir berkata:&#8221;Tidur diawal siang (pagi hari) adalah kejahilan, tidur di tengah hari adalah kemuliaan akhlak dan tidur di akhir siang (sore hari) adalah kedunguan.(Al-Bukhari dalam Adaabul Mufrad dan Sanadnya dishahihkan oleh Al-Albani ((947).<br />
	Para ulama menyebutkan bahwa waktu Qailuulah ini adalah sebelum Zhuhur, kecuali pada hari jum&#8217;at, hendaknya dilakukan sesudah shalat jum&#8217;at. Anas bin MAlik menyebutkan bahwa para sahabat biasanya mengerjakan shalat jum&#8217;at kemudian melakukan qailuulah.(Al Bukhari dalam Adaabul Mufrad dan dishahihkan oleh Al-Albani (945))]</p>
<p>diketik ulang oleh ummu sakiinah  utk http://obatajaib.wordpress.com.<br />
diambil dr buku: Panduan Amal Sehari Semalam,penulis Abu ihsan al-atsari.penerbit Pustaka Darul ilmi,cetakan 1 mei 2009.</p>
<p>jogyakarta 27 juni 2009 pukul 22.01.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/obatajaib.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/obatajaib.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/obatajaib.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/obatajaib.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/obatajaib.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/obatajaib.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/obatajaib.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/obatajaib.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/obatajaib.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/obatajaib.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/obatajaib.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/obatajaib.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/obatajaib.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/obatajaib.wordpress.com/263/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=obatajaib.wordpress.com&amp;blog=6286127&amp;post=263&amp;subd=obatajaib&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://obatajaib.wordpress.com/2009/06/26/sunnah-qoiluulah-tidur-siang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">obatajaib</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
